Jalan 1 Juli 2025, BBM B50 RI Uji Tes di Kapal-Alat Berat
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan kebijakan mandatori biodiesel 50% atau B50 akan mulai diterapkan pada 1 Juli 2026.
Menurut dia, saat ini pemerintah masih melakukan serangkaian uji coba pada berbagai moda transportasi dan alat industri guna memastikan kesiapan implementasi.
Adapun, pengujian B50 dilakukan di sejumlah sektor, mulai dari kapal, alat berat hingga kereta api. Uji coba dilakukan untuk memastikan campuran biodiesel dengan Solar tetap kompatibel dengan mesin dan tidak menimbulkan gangguan.
"Doain, dalam schedule kita setuju di penerapan, doain dalam tes-tes. Sekarang kan tes di kapal, di beberapa alat berat dan kereta. Mudah-mudahan enggak ada soal. Kalau dia sesuai schedule, enggak ada soal, 1 Juli penerapannya," kata Bahlil ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (11/2/2026).
Namun demikian, Bahlil menyampaikan pemerintah tetap membuka kemungkinan penyesuaian apabila dalam proses pengujian ditemukan kendala teknis pada mesin atau performa bahan bakar.
"Tapi tatkala dalam uji coba itu ada mesinnya, ada mungkin enggak pas, kita akan melakukan penyesuaian," kata Bahlil.
Sebelumnya, Bahlil menyebut pemerintah sudah melakukan uji coba B50 selama 6 bulan. Uji coba tersebut dilakukan di berbagai jenis mesin, mulai dari alat berat, kereta api, hingga truk. Dengan demikian, target implementasi B50 bisa diterapkan mulai 1 Juli 2026 mendatang.
"Tetapi sebentar lagi akan final dan sampai dengan hari ini uji cobanya alhamdulillah cukup baik. Dan 1 Juli mulai diterapkan implementasi B50," katanya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM dikutip Selasa (7/4/2026).
Penerapan B50 juga sesuai dengan tujuan pemerintah saat ini yakni mendiversifikasi sumber energi dalam negeri. Hal itu juga sejalan dengan antisipasi eskalasi geopolitik dunia yang tidak menentu saat ini.
"Bayangkan sekarang kalau tidak ada kita diversifikasi, kita mau berharap kepada siapa," imbuhnya.
source on Google [Gambas:Video CNBC]