MARKET DATA

Bank Mandiri Ramal Ekonomi RI Bakal Landai di Q2, Hal Ini Pemicunya

Zefanya Aprilia,  CNBC Indonesia
11 May 2026 20:50
Head of Macroeconomics and Financial Market Research Bank Mandiri Diah Ayu Yustina. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Head of Macroeconomics and Financial Market Research Bank Mandiri Diah Ayu Yustina (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melandai pada pertengahan 2026. Meskipun begitu pertumbuhan itu ekonomi di kuartal II-2026 akan terjaga di level 5,1% hingga 5,5%.

"Peluang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga di kisaran 5,1 sampai 5,5 persen di kuartal II 2026 ini," kata Head of Macroeconomics and Financial Market Research Bank Mandiri Diah Ayu Yustina dalam Mandiri Macro and Market Brief 2Q26 di Jakarta, Senin (11/5/2026).

Ia menerangkan bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua tidak akan kencang seperti kuartal pertama yang mencapai 5,61%. Hal ini lantaran tidak adanya katalis pertumbuhan ekonomi, seperti periode Lebaran Idul Fitri.

"Kuartal I ini ada beberapa faktor yang katalis pertumbuhan ekonomi yang tidak berulang lagi di kuartal II, kuartal III atau kuartal IV, seperti misalnya periode lebaran tentunya. Dan ini artinya pertumbuhan di kuartal II mungkin akan melandai," terang Dian.

Menurut Dian, ada beberapa hal yang harus diantisipasi oleh pemerintah. Sebab, memasuki kuartal II-2026, sudah nampak beberapa indikator perlambatan.

"Memasuki kuartal II beberapa indikator ini sudah mulai menunjukkan perlambatan penjualan retail melambat, indeks keyakinan konsumen juga menurun," ucapnya.

Antara lain, sentimen global yang akan mempengaruhi persepsi dan kepercayaan masyarakat. Dian menyebut pemerintah perlu segera mengantisipasi hal ini.

Kendati begitu, ia memandang masih terdapat dukungan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua tahun ini. Dukungan tersebut datang dari sisi moneter dan fiskal.

"Tapi kita melihat masih ada dukungan dari berbagai kebijakan baik dari sisi moneter, makroprudensial maupun fiskal yang sifatnya akomodatif, ini harusnya bisa menopang pertumbuhan ke depan," tukas Dian.

(haa/haa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Purbaya Bilang Bank Dunia Berdosa, Salah Hitung Proyeksi Ekonomi RI


Most Popular
Features