BRIN Ungkap Teknologi Murah Kelola Sampah Jadi Solar

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Senin, 11/05/2026 20:40 WIB
Foto: Logo BRIN. (Dok. BRIN)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria membeberkan kesiapan teknologi dalam negeri untuk pengolahan sampah. Penumpukan sampah sudah menjadi masalah serius di berbagai daerah.

"BRIN menyediakan 4 level teknologi sampah, dari rumah tangga, desa, kecamatan, hingga perkotaan," kata Arif, usai acara Penandatanganan Kesepakatan Pemerintah Daerah dan Danantara untuk Percepatan Pembangunan PSEL, Senin (11/5/2026).


Arif menjelaskan di tingkat rumah tangga, BRIN sudah memiliki teknologi Lahsamor Komposter. Alat seharga Rp 1 juta per unit itu untuk mengolah sampah organik dengan sistem putar untuk menjadi kompos.

Kemudian ada metode Pirolisis Faspol, untuk mengubah sampah plastik low value menjadi solar.

"Ini bisa mengolah limbah plastik menjadi bahan bakar untuk nelayan. Dan saya sudah mencoba. Dan sekarang banyak nelayan sudah menggunakan itu," kata Arif.

Menurutnya Solar dari hasil pengolahan ini sudah terbukti efektif dan mendapatkan standarisasi dari LEMIGAS. Solar ini juga bisa dibanderol dengan harga Rp 10.000 per liter.

Mantan Rektor IPB ini, juga menjelaskan bahwa BRIN memiliki teknologi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), dengan kapasitas 50 ton per hari. Saat ini masih dalam tahap ekspansi hingga mampu mengolah sampah 100 ton per hari.

Menurutnya meskipun belum mencapai kapasitas pengolahan 1.000 ton per hari, menurutnya teknologi yang dimiliki BRIN bisa diterapkan pada beberapa daerah yang produksi sampahnya tidak sebesar di kota.

"Kan pemerintah maunya 1.000 ton per hari, nah sekarang 50 ton per hari, kita ingin coba perbesar menjadi 100 ton per hari. Kan itu ada daerah yang kecil nggak terlalu besar sebenarnya," jelasnya.

Diketahui Indonesia saat ini mengalami kondisi yang dinamakan "Darurat Sampah". Gunungan sampah terlihat di Tempat Pemrosesan Akhir seperti Bantar Gebang, Cipecang, hingga Burangkeng, dan lainnya. Bahkan musibah muncul beberapa bulan lalu ketika longsor sampah terjadi di Bantar Gebang.


(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Teknologi Insenerasi Pilihan Utama Penanganan Sampah Nasional