Penjualan Mobil Tiba-Tiba Meledak, Bos Gaikindo Bocorkan Rahasianya

Ferry Sandi, CNBC Indonesia
Senin, 11/05/2026 18:50 WIB
Foto: Calon pembeli melihat mobil baru di Showroom Suzuki di Kawasan Gading Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (16/2/2021). Pemerintah memutuskan untuk memberikan insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) atau pajak 0%. Insentif tersebut terbagi menjadi tiga tahap yang akan dievaluasi per tiga bulan. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penjualan mobil nasional mulai menunjukkan pemulihan usai sempat terpukul selama periode Lebaran. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatat wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer mencapai 80.776 unit pada April 2026, melonjak 55% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan ini juga menjadi pembalikan dari kondisi Maret lalu ketika pasar otomotif melemah akibat panjangnya masa libur Idulfitri. Secara bulanan, penjualan wholesales April juga naik 31,8% dibanding Maret 2026 yang berada di level 61.271 unit.

Sekretaris Umum GAIKINDO Kukuh Kumara mengatakan pemulihan penjualan mobil saat ini belum sepenuhnya ditopang konsumen baru dari kelas menengah. Menurutnya, kenaikan penjualan lebih banyak berasal dari konsumen yang sebelumnya memang sudah memiliki kendaraan.


"Jadi pembelinya masih kembali lagi kelompok-kelompok yang sudah punya mobil," kata Kukuh kepada CNBC Indonesia, Senin (11/5/2026).

Tren pembelian kendaraan saat ini cukup berbeda dibanding beberapa tahun sebelumnya. Konsumen dengan kemampuan finansial lebih kuat masih aktif melakukan pembelian, termasuk untuk kendaraan tambahan di rumah tangga mereka.

Foto: Calon pembeli melihat mobil baru di Showroom Suzuki di Kawasan Gading Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (16/2/2021). Pemerintah memutuskan untuk memberikan insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) atau pajak 0%. Insentif tersebut terbagi menjadi tiga tahap yang akan dievaluasi per tiga bulan. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

"Mobil kedua atau ketiga karena ada isu terakhir masalah perang kan yang terjadi ya," ujar Kukuh.

Konsumen kelas atas saat ini juga mulai kembali melirik kendaraan listrik. Bahkan ada sebagian konsumen yang sebelumnya sempat menjual mobil listriknya, kini kembali membeli kendaraan serupa.

"Mereka mulai mikir, kalau saya dengar ya kelompok-kelompok itu, tadinya ada yang sudah pernah punya mobil listrik sudah dilepas lagi, sekarang beli lagi gitu. Beli mobil listrik lagi," katanya.

Di sisi lain, pasar mobil konvensional dinilai masih menghadapi tekanan. Kukuh menyebut daya beli kelas menengah belum benar-benar pulih sehingga pembelian kendaraan berbahan bakar bensin belum bergerak signifikan.

"Sementara kalau dari yang konvensional ya, yang kelas menengah kan masih tertekan," ucapnya.

GAIKINDO sendiri masih mempertahankan target penjualan mobil nasional tahun ini di level 850 ribu unit. Meski demikian, Kukuh mengakui target tersebut masih cukup menantang untuk dicapai.

"Belum, masih tetap di 850 ribu. Masih jauhlah, walaupun kalau mungkin kita proyeksikan sekarang dengan penjualan yang 80 kalau kita bisa jaga terus ya mungkin kita sedikit di atas 850 ribu," katanya.


(fys/wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Purbaya Buka Peluang Tambah Kuota Insentif Kendaraan Listrik