Peternak Ayam Rakyat Minta Dilibatkan Penuh untuk Program MBG
Jakarta, CNBC Indonesia - Kondisi peternakan ayam pedaging dan petelur di Indonesia tengah berada dalam tekanan berat. Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Kabupaten Kendal, Suwardi, menilai persoalan yang dihadapi peternak bukan hanya soal harga jual, tetapi juga menyangkut tata kelola dari hulu hingga hilir.
Peternak saat ini berada di posisi yang paling rentan karena harus menghadapi mahalnya biaya produksi, ketidakjelasan regulasi, hingga harapan besar terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai belum maksimal memberikan dampak besar bagi peternak rakyat.
"Kenapa kondisi hari ini saya katakan peternak tidak baik-baik saja? Karena di hulu pemerintah harus berperan apa dan siapa yang akan dilindungi, siapa yang akan mendapatkan untung di hulu?" kata Suwardi dalam Seminar AGRIMAT di NICE PIK Jumat (8/5/2026).
Ia menilai program MBG merupakan program yang baik karena bertujuan memperbaiki kualitas gizi masyarakat. Namun para peternak belum bbanyak dilibatkan dalam rantai pasok program tersebut. Ekspektasi besar terhadap serapan telur dan ayam dari program MBG sempat membuat peternak optimistis.
Foto: Peternak memanen telur di salah satu peternakan ayam petelur di Gunung Sindur, Jawa Barat, Rabu (24//5). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) |
"MBG ini programnya mulia. Tetapi karena semua bilang masalah MBG akhirnya apa? Warga masyarakat ter-euphoria di situ. Para peternak hari ini sudah menggantungkan karena informasi akan diserap dan lain sebagainya. Ujungnya apa? Hari ini peternak-peternak seperti saya hanya mendapatkan PHP dari program MBG itu," ujarnya.
Karena itu mekanisme pengelolaan program MBG yang perlu lebih transparan. Ia meminta pemerintah memastikan harga pembelian produk peternak dilakukan secara adil dan tidak sepenuhnya mengikuti fluktuasi pasar yang merugikan peternak kecil.
Ia mengatakan para peternak rakyat selama ini tetap menjalankan kewajiban membayar pajak di tengah kondisi usaha yang berat. Karena itu, ia berharap dana negara yang digunakan dalam program MBG juga dapat kembali menopang keberlangsungan usaha peternak domestik.
"Harusnya MBG menjaga bagaimana peternak yang bayar pajak ini tetap bisa hidup. Jangan sampai dia hanya dimanfaatkan," kata dia.
Lebih lanjut, Ia mengingatkan agar program pangan nasional tidak hanya menjadi ruang bisnis baru bagi kelompok tertentu. Peternak rakyat berharap dilibatkan agar kesejahteraannya bisa meningkat.
Peternak kecil memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan produksi nasional apabila diberi akses dan dukungan yang setara. Karena itu, ia meminta pemerintah lebih mengutamakan pemberdayaan peternak lokal dibanding membuka peluang dominasi investor besar maupun asing.
"Peternak harus bangkit. Peternak harus bersatu. Karena hanya dengan kekuatan kita bisa mengimbangi kapitalisme-kapitalisme yang hadir apalagi akan ada yang menggandeng investor dari asing untuk budidaya," tuturnya.
(fys/wur) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]
Foto: Peternak memanen telur di salah satu peternakan ayam petelur di Gunung Sindur, Jawa Barat, Rabu (24//5). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)