Internasional

Alert! Pernyataan Baru Trump soal Damai Perang Iran, Depan Mata Tapi..

tfa, CNBC Indonesia
Kamis, 07/05/2026 06:50 WIB
Foto: REUTERS/Nathan Howard

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan pernyataan baru terkait perang Iran. Trump menyebut peluang tercapainya kesepakatan damai dengan Teheran kini "sangat mungkin", namun di saat yang sama ia juga mengancam akan kembali menggempur Iran jika negosiasi gagal.

Dalam pernyataannya kepada wartawan pada Rabu (6/5/2026) waktu setempat, Trump mengklaim pembicaraan antara Washington dan Teheran menunjukkan perkembangan positif dalam 24 jam terakhir.


"Kami telah melakukan pembicaraan yang sangat baik selama 24 jam terakhir, dan sangat mungkin bahwa kami akan mencapai kesepakatan," ujar Trump, seperti dikutip AFP.

Meski demikian, Trump tetap mengeluarkan nada keras. Ia menegaskan perang hanya akan berakhir jika Iran menyetujui poin-poin yang telah dibahas sebelumnya dengan AS.

"Jika Iran setuju untuk memberikan apa yang telah disepakati, perang akan berakhir," katanya.

Namun, Trump memperingatkan bahwa apabila negosiasi gagal, maka serangan militer AS akan kembali dilanjutkan dengan skala yang lebih besar.

"Jika tidak, pemboman akan dilanjutkan pada tingkat dan intensitas yang jauh lebih tinggi," tegasnya.

Pernyataan Trump muncul setelah AS menghentikan sementara operasi militernya untuk membuka kembali Selat Hormuz. Langkah itu diambil guna memberi ruang bagi negosiasi baru dengan Iran setelah kebuntuan selama beberapa pekan terakhir.

Meski Washington mulai melunak, respons dari Teheran masih dingin. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengatakan proposal terbaru AS masih dalam tahap peninjauan.

"Rencana dan proposal AS masih dalam peninjauan," kata Baqaei kepada media lokal. Ia menambahkan Iran akan menyampaikan posisi resminya kepada mediator Pakistan setelah seluruh pembahasan internal selesai.

Sementara itu, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf justru menuding AS berupaya memaksa Teheran menyerah lewat tekanan militer dan ekonomi.

"Washington berupaya, melalui blokade angkatan laut, tekanan ekonomi, dan manipulasi media, untuk menghancurkan kohesi negara guna memaksa kami menyerah," ujarnya.

Di tengah tensi tersebut, media AS Axios melaporkan Washington dan Teheran dikabarkan hampir mencapai nota kesepahaman satu halaman untuk mengakhiri perang sekaligus membuka jalan menuju negosiasi nuklir yang lebih rinci.

Trump bahkan mengklaim Iran nantinya akan menyerahkan uranium yang diperkaya kepada AS, meski belum menjelaskan bagaimana mekanisme kesepakatan itu akan dijalankan.

Pernyataan tersebut langsung disambut positif pelaku pasar. Bursa saham AS menguat dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq ditutup di rekor tertinggi baru setelah investor melihat peluang tercapainya terobosan diplomatik.

Namun situasi di kawasan masih jauh dari stabil. Ketegangan di Selat Hormuz terus meningkat setelah kedua pihak saling menuding melakukan serangan terhadap kapal di jalur perdagangan minyak paling vital dunia itu.


(tfa/tfa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Mengapa Blokade Hormuz Ala Trump Jadi "Judi" Berbahaya?