Amran Blak-blakan: MBG Tak Ada Hubungannya dengan Pemilu 2029!

Martyasari Rizky, CNBC Indonesia
Rabu, 06/05/2026 14:03 WIB
Foto: Menteri Pertanian/Kepala Bapanas, Amran Sulaiman menerima kunjungan 100 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari seluruh Indonesia di kediaman pribadinya, Jakarta, Rabu (6/5/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman menegaskan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto tidak memiliki kaitan politik, termasuk dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.

Ia menyebut program tersebut murni untuk mendorong kesejahteraan rakyat, sekaligus memperkuat sektor pertanian dan peternakan.

"Iya, betul. Itu MBG jangan lihat berdiri sendiri. Ini kata kunci, ya. MBG berdiri menjadi offtaker 165 juta petani Indonesia," ujar Amran saat ditemui usai pertemuan dengan BEM se-Indonesia di kediamannya, Jakarta, Rabu (6/5/2026).


Menurutnya, kehadiran MBG menciptakan pasar yang menyerap hasil produksi petani dan peternak secara langsung. Dampaknya, perputaran ekonomi terjadi hingga ke desa.

"Berikutnya, itu akan anak-anak kita cerdas nanti ke depan, dia penuh dengan gizi, kemudian berikutnya ekonomi berputar di desa itu. Pasar ini hidup dan langsung yang merasakan rakyat," lanjut dia.

Amran menegaskan, program ini tidak didesain untuk kepentingan elektoral. Ia bahkan menyinggung penerima manfaat MBG yang sebagian besar belum memiliki hak pilih.

Foto: Wapres Gibran meninjau pembagian MBG di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa (21/4/2026). (CNBC Indonesia/Halimatus Sa’diyah)

"Kalau mau segi politik, Bapak Presiden ini tidak ada segi politis. Anak SD, anak dalam kandungan, yang kita beri. Pemilu 2029 nggak ada hubungannya. Benar enggak? Enggak bisa memilih, kan, di 2029? Artinya, ingin betul-betul untuk rakyat Indonesia mempersiapkan generasi muda yang lebih tangguh, lebih cerdas," tegasnya.

Sejalan dengan itu, data menunjukkan sektor pertanian dan peternakan memang mengalami pertumbuhan yang kuat, seiring meningkatnya permintaan domestik yang juga didorong oleh implementasi program MBG. Sektor pertanian tercatat tumbuh 4,97%, dengan tanaman pangan melonjak 7,58% seiring panen raya padi.

Sementara itu, subsektor peternakan tumbuh lebih tinggi, yakni 11,84%, didorong peningkatan permintaan daging ayam ras dan telur, termasuk untuk memenuhi kebutuhan selama Idulfitri serta program MBG.

Tak hanya itu, sektor penyediaan makan dan minum juga ikut terdongkrak dengan pertumbuhan mencapai 13,14%, seiring perluasan cakupan MBG yang meningkatkan kebutuhan konsumsi pangan olahan.

Amran menekankan, keterkaitan antara MBG dengan sektor pangan sangat kuat karena program ini berfungsi sebagai penopang permintaan yang berkelanjutan.

"MBG berdiri menjadi offtaker petani 165 juta petani Indonesia," pungkasnya.


(wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Menteri Amran: RI Aman Saat El Nino, Stok Beras Cukup 15 Bulan