MARKET DATA

MBG Tetap Jalan saat Puasa, Zulhas Ungkap Menu Makanannya

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
29 January 2026 12:58
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka Tinjau Program MBG di Wamena, Papua, Rabu (14/1/2026). (CNBC Indonesia/Halimatus Sa’diyah)
Foto: Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka Tinjau Program MBG di Wamena, Papua, Rabu (14/1/2026). (CNBC Indonesia/Halimatus Sa’diyah)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadan. Pemerintah hanya melakukan penyesuaian jenis makanan dan waktu pemberian, khususnya bagi penerima yang menjalankan ibadah puasa.

Zulhas mengatakan, keputusan tersebut sudah disepakati dalam rapat koordinasi terbatas (Rakortas) di kantornya, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Ia menuturkan, MBG tetap diberikan karena kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung selama Ramadan.

"Kita tadi sudah memutuskan. Pelaksanaan MBG pada bulan Ramadan tetap berjalan. Karena anak sekolah masuk, diberikan makanannya yang kering," kata Zulhas dalam konferensi pers.

Menurut Zulhas, penyesuaian dilakukan bagi siswa Muslim yang berpuasa dengan mengganti menu makanan basah menjadi makanan kering. Sementara itu, sekolah yang tidak menjalankan puasa tetap menerima MBG seperti biasa.

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka Tinjau Program MBG di Wamena, Papua, Rabu (14/1/2026). (CNBC Indonesia/Halimatus Sa’diyah)Foto: Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka Tinjau Program MBG di Wamena, Papua, Rabu (14/1/2026). (CNBC Indonesia/Halimatus Sa’diyah)
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka Tinjau Program MBG di Wamena, Papua, Rabu (14/1/2026). (CNBC Indonesia/Halimatus Sa’diyah)

"Untuk yang Muslim yang berpuasa, dikasih makanan yang kering. Sekolah-sekolah yang tidak berpuasa seperti biasa. Balita, Ibu hamil, seperti biasa. Balita kan tidak puasa, jadi seperti biasa," jelasnya.

Penyesuaian juga dilakukan di lingkungan pondok pesantren. Pemberian MBG di pesantren digeser waktunya menjadi sore hari agar dapat dikonsumsi saat berbuka puasa.

"Nah, yang pesantren geser waktu, ngasihnya sore pas buka. Jadi tidak ada perubahan, hanya satu dua waktu. Hanya SMA umum yang Muslim itu ganti makanan kering, lain-lainnya tetap," terang dia.

Zulhas menegaskan, secara prinsip tidak ada perubahan kebijakan MBG selama Ramadan. Perubahan hanya menyangkut waktu dan jenis makanan bagi kelompok tertentu.

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mengatakan, menu MBG selama Ramadan akan disesuaikan dengan kearifan lokal dan kebutuhan penerima manfaat yang berpuasa.

"Kemudian memasaknya juga masak yang utamanya adalah kearifan lokal. Contoh untuk puasa nih, kurma, telur rebus, atau telur asin, atau telur pindang, buah, susu, abon," ujarnya saat ditemui usai konferensi pers.

Pemerintah berharap, penyesuaian tersebut membuat program MBG tetap berjalan optimal selama Ramadan, tanpa mengganggu pelaksanaan ibadah puasa bagi penerima manfaat.

(wur)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Hasil Lab Keluar, Eks Direktur WHO Ungkap Penyebab Keracunan di MBG


Most Popular
Features