Ganti Minyak Arab Cs, Bahlil Langsung Kontak Angola, Nigeria, AS-Rusia
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membeberkan langkah pemerintah dalam mengalihkan sumber impor minyak mentah (crude oil) dari kawasan Timur Tengah ke sejumlah negara lain di tengah dinamika geopolitik global.
Bahlil mengatakan bahwa selama ini sekitar 20% hingga 25% kebutuhan minyak mentah Indonesia dipasok dari negara-negara Timur Tengah. Ketergantungan tersebut menjadi tantangan tersendiri, terutama saat terjadi konflik yang berpotensi mengganggu pasokan energi.
"Nah begitu terjadi perang, saya merubah pola. Ilmu pengusaha saya keluar. Kalau di sini nggak bisa ya kita cari di tempat lain," kata Bahlil dalam acara Sinergi Alumni IPB untuk Bangsa, Sabtu (2/4/2026).
Bahlil kemudian langsung menjalin komunikasi dengan sejumlah negara produsen minyak seperti Angola dan Nigeria di Afrika, serta Amerika Serikat dan negara lainnya. Bahkan, Indonesia juga mulai mengambil pasokan dari Rusia sebagai bagian dari diversifikasi sumber energi.
"Bagaimana cara mengalihkan dari Middle East? Saya kontak Afrika, Angola, Nigeria, Amerika dan beberapa negara lain. Terakhir kemarin kita ambil dari Rusia," tuturnya.
Hal ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan energi nasional tetap aman di tengah ketidakpastian global. Bahlil menegaskan bahwa upaya pemerintah dalam mencari sumber minyak bukan sekadar kunjungan biasa.
"Jadi kalau saya temani Bapak Presiden berangkat untuk cari minyak itu bukan jalan-jalan. Kita jalan kerja memikirkan 280 juta nyawa yang ada di bangsa ini," kata Bahlil.
Perlu diketahui, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, Indonesia melalui PT Pertamina (Persero) mengimpor sebanyak 135,33 juta barel minyak mentah sepanjang 2025. Dari total tersebut, sekitar 19% atau 25,36 juta barel berasal dari Arab Saudi.
Sementara, sisanya dipasok dari berbagai negara, termasuk kawasan Afrika, Amerika Latin, Amerika Serikat, Malaysia, serta sejumlah negara lainnya.
Selain impor minyak mentah, Indonesia juga menjalin kerja sama jangka panjang dengan Singapura dan Malaysia untuk pasokan produk Bahan Bakar Minyak (BBM).
source on Google [Gambas:Video CNBC]