MARKET DATA

Tak Cuma Rusia, RI Cari-Cari Pasokan Minyak Sampai Afrika

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
06 April 2026 16:20
FILE PHOTO: Saudi Aramco's Ras Tanura oil refinery and oil terminal in Saudi Arabia, May 21, 2018. REUTERS/Ahmed Jadallah/File Photo
Foto: File Photo: Saudi Aramco (REUTERS/Ahmed Jadallah/File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membeberkan bahwa Indonesia tengah mencari sumber minyak dari berbagai negara. Menyusul, terkendalanya pasokan dari Timur Tengah sejak perang Israel-Amerika Serikat dan Iran.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa pemerintah membuka opsi impor minyak dari negara manapun, termasuk Rusia hingga Afrika, guna mencari alternatif pengganti minyak dari Timur Tengah.

"Sekarang adalah kita dalam kondisi seperti ini selalu membuka opsi dari negara mana saja. Karena hari ini kan kita harus negara, pemerintah harus menjamin ketersediaan BBM. Jadi jangan kita milih-milih sekarang. Kita dari negara mana aja yang penting ada," ungkap Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (6/4/2026).

Meskipun, Bahlil tak menampik saat ini seluruh negara berusaha mengamankan ketersediaan energi di negara itu sendiri. Bahkan, Indonesia juga disebutkan berebut pasokan minyak dengan berbagai negara lain.

"Jadi kita sekarang membuat beberapa alternatif yang penting bagi kita adalah bagi pemerintah adalah menjamin agar BBM di Indonesia tetap ada," imbuhnya.

Beberapa negara yang dibidik untuk menjadi alternatif impor minyak antara lain Angola, Nigeria, dan Afrika.

"Ini sama hukumnya dengan ketika kita mengonversi tentang crude dari Middle East ke beberapa negara seperti di Angola, kemudian Nigeria dan Afrika ya," bebernya.

Yang pasti, Bahlil menekankan pasokan BBM nasional saat ini masih dalam batas minimal aman untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri.

"Sekarang ini stok kita masih dalam taraf stok minimum nasional. Jadi insya Allah clear," tegasnya.

(wia) [Gambas:Video CNBC]
Next Article 30,39% Kebutuhan Minyak untuk Kilang RI Masih Impor


Most Popular
Features