MARKET DATA
Internasional

Putin Umumkan Gencatan Senjata Perang Rusia-Ukraina

sef,  CNBC Indonesia
05 May 2026 11:40
Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan perwakilan masyarakat adat Rusia di maraton pendidikan Znaniye.Pervye di Moskow, Rusia, 30 April 2026. (Sputnik/Vyacheslav Prokofyev/Pool via REUTERS)
Foto: Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan perwakilan masyarakat adat Rusia di maraton pendidikan Znaniye.Pervye di Moskow, Rusia, 30 April 2026. (via REUTERS/Vyacheslav Prokofyev)

Jakarta, CNBC Indonesia - Rusia tiba-tiba mengumumkan gencatan senjata dalam perangnya dengan Ukraina. Ini berlaku 8-9 Mei nanti.

Pengumuman disampaikan pertama kali oleh Presiden Rusia Vladimir Putin pekan lalu, selama panggilan telepon dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Dalam keputusan resmi yang keluar Senin, Rusia mengatakan gencatan senjata dilakukan guna memperingati "Hari Kemenangan Perang Dunia II", meski mengancam akan melakukan "serangan rudal besar-besaran" ke Kyiv jika Ukraina melanggarnya.

"Sesuai dengan keputusan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Rusia, Vladimir Putin, gencatan senjata telah diumumkan mulai 8-9 Mei 2026 ... Kami berharap pihak Ukraina akan mengikuti," kata kementerian pertahanan Rusia dalam sebuah unggahan di aplikasi pesan yang didukung negara, MAX, dimuat AFP, Selasa (5/5/2026).

"Jika rezim Kyiv mencoba melaksanakan rencana kriminalnya untuk mengganggu perayaan peringatan ke-81 Kemenangan dalam Perang Patriotik Besar, Angkatan Bersenjata Rusia akan melancarkan serangan rudal balasan besar-besaran ke pusat kota Kyiv," tegasnya.

"Kami memperingatkan penduduk sipil Kyiv dan karyawan misi diplomatik asing tentang perlunya segera meninggalkan kota," tambahnya.

Sementara itu Presiden Ukraina Vladimir Zelensky di sela-sela KTT Komunitas Politik Eropa di Yerevan mengatakan gencatan senjata itu "tidak adil". Ia mengklaim bahwa "tidak ada yang secara resmi menyarankan apa pun" kepada Kyiv dan bahwa "Moskow hanya membahas potensi gencatan senjata dengan AS".

Mengutip RT, Rusia telah berulang kali menyatakan jeda selama berbagai hari libur sepanjang konflik Ukraina. Tahun lalu, Rusia juga menangguhkan operasi ofensifnya pada awal Mei untuk memperingati ulang tahun ke-80 kemenangan Soviet atas Nazi Jerman.

Pada tahun 2023, Rusia juga mengumumkan gencatan senjata selama liburan Natal Ortodoks pada bulan Januari dan pada akhir pekan Paskah pada bulan April atas inisiatif Gereja Ortodoks Rusia. Pada tahun 2025, gencatan senjata Paskah diumumkan kembali.

(sef/sef) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Breaking: Rumah Putin Diserang, Ditembak 91 Drone


Most Popular
Features