Putin Beri Pesan Tahun Baru ke Dunia, Isinya Tak Terduga
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Rusia Vladimir Putin membuka tahun baru dengan pesan yang tak terduga bagi dunia internasional. Alih-alih menyinggung upaya perdamaian atau meredakan tensi global, Putin justru kembali menegaskan keyakinannya pada kemenangan Rusia dalam perang di Ukraina.
Dalam pidato Tahun Baru yang disiarkan Rabu (31/12/2025) waktu setempat, Putin menyampaikan pesan khusus kepada pasukan Rusia yang bertempur di Ukraina, menyebut mereka sebagai "pahlawan" dan menekankan bahwa Kremlin percaya penuh pada keberhasilan operasi militer tersebut.
"Kami percaya pada kalian dan kemenangan kami," kata Putin dalam pidato singkat berdurasi lebih dari tiga menit itu, seperti dikutip AFP, Jumat (2/1/2026).
Pidato tersebut disampaikan saat Rusia memasuki tahun keempat perang dengan Ukraina, di tengah kemajuan bertahap pasukan Moskow di medan tempur, meningkatnya korban militer di kedua pihak, serta intensifnya diplomasi internasional yang dipimpin Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik.
Menariknya, Putin sama sekali tidak menyinggung klaim terbaru Moskow soal dugaan serangan drone Ukraina terhadap salah satu kediamannya di wilayah Novgorod. Kremlin sebelumnya menuduh Kyiv meluncurkan puluhan drone ke rumah Putin pada 28 Desember, tuduhan yang dibantah Ukraina dan diragukan sejumlah pengamat Barat.
Institut Studi Perang (ISW) yang berbasis di AS menyatakan belum menemukan bukti kuat atas klaim tersebut. "Kami belum melihat rekaman atau laporan yang biasanya menyertai serangan udara Ukraina untuk menguatkan klaim Kremlin," tulis ISW dalam laporannya.
Sementara itu, Uni Eropa menilai tuduhan Moskow tersebut berpotensi mengganggu proses diplomasi. Pejabat UE pada Rabu menuduh Rusia berupaya "menggagalkan" negosiasi damai dengan meningkatkan narasi ancaman.
Di sisi lain, Amerika Serikat menegaskan upaya perdamaian akan terus berlanjut pada 2026. Utusan khusus AS Steve Witkoff mengungkapkan bahwa ia telah berbicara dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy serta penasihat keamanan Eropa.
"Ada pekerjaan penting yang harus dilakukan dan itu akan berlanjut di tahun baru," ujar Witkoff.
Di lapangan, perang masih menimbulkan dampak kemanusiaan besar. Rusia saat ini menduduki sekitar seperlima wilayah Ukraina dan hampir setiap hari melancarkan serangan rudal serta drone.
Di Vyshgorod, kota dekat Kyiv, seorang warga yang rumahnya terdampak pemadaman listrik akibat serangan Rusia menggambarkan situasi tersebut dengan getir. "Hidup kami seperti neraka," kata warga itu kepada AFP.
Meski tekanan diplomatik meningkat dan pertemuan tingkat tinggi dijadwalkan awal Januari di Prancis, pidato Tahun Baru Putin menunjukkan satu pesan jelas kepada dunia: Rusia belum bergeser dari target militernya di Ukraina, dan perang masih akan menjadi poros utama kebijakan Kremlin di tahun yang baru.
(tfa/tfa)[Gambas:Video CNBC]