MARKET DATA

Inflasi Terkendali di April, Purbaya: karena BBM Subsidi Tak Naik!

Zahwa Madjid,  CNBC Indonesia
05 May 2026 09:45
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam acara Peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana. (YouTube/OJK)
Foto: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam acara Peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana. (YouTube/OJK)

Jakarta, CNBC Indonesia - Data Badan Pusat Statistik menunjukkan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada April 2026 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,13% (mtm), sehingga secara tahunan IHK mengalami inflasi sebesar 2,42% (yoy). Laju inflasi ini lebih rendah dari realisasi pada bulan sebelumnya sebesar 3,48% (yoy).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai inflasi pada April 2026 masih terkendali berkat kebijakan pemerintah yang menahan harga subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah gejolak global.

"Inflasi bagus kan hari ini? Itu kan seperti saya bilang sebelumnya, yang sebelumnya tinggi karena ada faktor subsidi. Begitu hilang kan kembali ke 2,4%," kata Purbaya kepada pewarta di Kantor Kementerian Keuangan, dikutip Selasa (4/5/2026).

"Biasanya inflasi (jadi) tinggi, (karena) harga minyak yang berlebihan naiknya. Ini kan (BBM) bersubsidi, enggak kita naikkin," ujar Purbaya.

Menurut Purbaya, kebijakan menjaga subsidi BBM dilakukan dalam rangka menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Hal ini, sambungnya, sudah diperhitungkan pemerintah secara cermat.

"Hitungannya kita adalah mana yang paling bagus, kita subsidi atau kita ambil subsidinya. Uangnya banyak, saya belanjain, tapi ekonominya runtuh, karena susah dikendalikan," jelasnya.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono sebelumnya menyamoaikan tingkat inflasi tahunan April 2026 sebesar 2,42% didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 3,06% dan memberikan andil inflasi sebesar 0,90%.

"Komoditas dengan andil terbesar yaitu ikan segar, daging ayam ras, beras, minyak goreng, sigaret kretek mesin, dan juga telur ayam ras," kata Ateng.

Sementara itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatatkan inflasi 11,43% dengan andil 0,77%. Adapun, komoditasnya adalah emas perhiasan.

(haa/haa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Inflasi Tahunan RI Tembus 3,55% di Januari, Kena Efek Diskon Listrik!


Most Popular
Features