MARKET DATA

Impor Plastik RI Tembus Rp 44 T, Terbanyak dari China & Singapura

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
04 May 2026 16:31
Para pedagang di pasar tradisional di Jakarta mulai membatasi penggunaan kantong plastik, Selasa (14/4/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Para pedagang di pasar tradisional di Jakarta mulai membatasi penggunaan kantong plastik, Selasa (14/4/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Plastik dan barang dari plastik mengalami kenaikan nilai dan volume impor secara akumulatif pada periode Januari hingga Maret 2026.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai impor plastik dan barang plastik mencapai US$2,55 miliar (Rp 44,11 triliun/ kurs Rp 17.300 per dolar AS) atau meningkat 1,3% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara volume impornya mencapai 1,65 juta ton atau meningkat 7,42%.

Walaupun secara kumulatif nilai impor komoditas plastik dan barang plastik meningkat, namun khusus Maret nilainya turun signifikan. Hal ini diungkapkan oleh Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik Ateng Hartanto saat Konferensi Pers Rilis Data Statistik di Gedung BPS, Jakarta pada Senin (4/5/2026).

"Pada kondisi Maret 2026 ini untuk yang impor plastik itu sebesar US$338,1 juta atau turun secara month-to-month impor plastik itu 14,96%," jelas Ateng.

Ada pun negara asal impor bahan baku plastik ini berasal dari China sebesar 34,79% dari total impor, kemudian dari Singapura 12,35% dan juga dari Thailand sebesar 11,65%.

BPS mencatat nilai impor Indonesia secara kumulatif hingga Maret 2026 sebesar US$61,30 miliar, atau naik 10,05% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara kumulatif, impor nonmigas secara kumulatif dari Januari hingga Maret 2026 tercatat US$52,97 miliar atau naik 12,16% dari periode yang sama sebelumnya. Sementara impor migas tercatat turun 1,72% menjadi US$8,33 miliar.

Peningkatan impor kumulatif terjadi seluruh golongan pengunaannya. Penyumbang utama bahan baku penolong US$ 43,17 miliar yang naik 6,89% sepanjang Januari-Maret 2026. Kenaikan ini lebih rendah jika dibanding periode yang sama tahun lalu yang naik sebesar 5%.

(haa/haa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article BPS Catat Impor RI US$19,86 M, Naik Tipis 0,46% di November 2025


Most Popular
Features