Impor Bahan Baku & Barang Modal Melesat di April 2026, Ini Daftarnya!
Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia mencatatkan peningkatan impor pada April 2026 dengan nilai US$ 19,21 miliar atau naik 1,51% dibanding bulan yang sama tahun lalu sebesar US$ 18,92 miliar.
Kondisi ini menyebabkan total nilai impor Januari-Maret 2026 sebesar US$ 61,30 miliar, atau tumbuh 10,05% dibanding periode yang sama pada 2025 sebesar US$ 55,70 miliar.
"Pada Maret 2026 total impor US$ 19,21 miliar atau naik 1,51% dibandingkan Maret 2025," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono saat konferensi pers, Jakarta, Senin (4/5/2026).
Naiknya impor pada Maret 2026 ini dipicu oleh impor barang-barang migas maupun non migas. Nonmigas naik sebesar 1,54% dari uS$ 15,79 miliar menjadi US$ 16,04 miliar, sedangkan migas naik 1,34% dari US$ 3,13 miliar menjadi US$ 3,17 miliar.
Kenaikan impor nonmigas ini terutama disebabkan kenaikan barang modal sebesar 4,98% dari US$ 3,70 miliar menjadi US$ 3,89 miliar. Demikian juga untuk bahan baku atau penolong yang naik 2,15% dari US$ 13,48 miliar menjadi US$ 13,77 miliar,
Sementara itu, impor barang-barang konsumsi menjadi satu-satunya yang merosot pada April 2026 sebesar 10,81%, dari US$ 1,74 miliar menjadi US$ 1,55 miliar.
"Tiga komoditas utama non migas sepanjang Januari-Maret 2026 adalah mesin peralatan mekanik, mesin perlengkapan elektrik, serta plastik dan barang-barang dari plastik. Nilai impor 3 komoditas itu share 37,77% dari total impor non migas," kata Ateng.
Impor Indonesia sampai dengan akhir Maret 2026 masih paling banyak dari China dengan porsi 41,56% dari total impor, diikuti Australia 5,94%, Jepang 5,47%, ASEAN 14,90%, Uni Eropa 6,34%, dan lainnya 25,79%.
(arj/haa) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]