MARKET DATA

Tingginya Harga Emas-Biaya Kuliah Bikin Inflasi RI 2,42% di April 2026

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
04 May 2026 11:38
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Ateng Hartono saat rilis BPS, Senin (4/5/2026). (Tangkapan layar youtube BPS)
Foto: Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Ateng Hartono saat rilis BPS, Senin (4/5/2026). (Tangkapan layar youtube BPS)

Jakarta, CNBC Indonesia - Inflasi melanda seluruh wilayah Indonesia pada April 2026, dengan besaran secara nasional sebesar 2,42% (year on year/yoy) pada April 2025. Tekanan inflasi itu tercatat lebih rendah dibanding bulan lalu 3,48% (yoy), namun masih lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu 1,95%.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan, faktor pendorong inflasi tahunan pada April 2026 ialah tingginya inflasi di sektor makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,06% yoy dengan andil 0,90%.

"Komoditas inflasi terbesar di kelompok ini yaitu ikan segar, daging ayam ras, beras, minyak goreng, sigaret kretek mesin, telur ayam ras," kata Ateng saat konferensi pers, Jakarta, Senin (4/5/2026).

Selain itu, komoditas yang termasuk sektor perawatan pribadi dan jasa lainnya juga menjadi motor utama pendorong inflasi tahunan pada April 2026, yaitu perawatan pribadi dan jasa lainnya seperti emas sebesar 11,43% yoy dengan andil 0,77% terhadap inflasi umum.

"Inflasi pada kelompok tersebut terutama terjadi pada kelompok emas perhiasan," ujar Ateng.

Menurut komponennya, seluruhnya mengalami inflasi secara tahunan. Komponen inti mengalami inflasi tahunan sebesar 2,44% dengan andil 1,56%. Komoditas dominan yang beri andil pada komponen inti terutama emas perhiasan, minyak goreng, nasi dengan lauk, dan juga biaya kuliah akademi atau perguruan tinggi.

Untuk komponen harga bergejolak inflasinya 3,37% dengan andil 0,56%. Komoditas yang dominan beri tekanan inflasi pada komponen ini di antaranya daging ayam ras, beras, dan telur ayam ras.

Sementara itu, komponen harga diatur pemerintah mengalami inflasi 1,53% dengan andil 0,30%. Komoditas yang dominan beri andil inflasi pada komponen harga yang diatur pemerintah terutama tarif angkutan udara, sigaret kretek mesin dan sigaret kretek tangan.

Ateng mengatakan, inflasi terjadi di seluruh wilayah Indonesia yang terdiri dari 38 provinsi. Tertinggi terjadi di Papua Barat mencapai 5% sedangkan terendah di Lampung sebesar 0,53%.

(arj/haa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Cabai dan Beras Biang Kerok Inflasi 2,92% Sepanjang 2025


Most Popular
Features