MARKET DATA

Breaking News! Inflasi RI Capai 0,13% di April 2026

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
04 May 2026 11:08
Logo Badan Pusat Statistik (BPS). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Logo Badan Pusat Statistik (BPS). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi pada April 2026 sebesar 0,13% secara bulanan atau month to month (mtm). Adapun, inflasi tahun kalender mencapai 1,06%

Tekanan inflasi yang tercatat dalam Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan itu tercatat lebih rendah dibanding kondisi Maret 2026 yang mengalami inflasi 0,41% mtm.

BPS mencatat kelompok pengeluaran penyumbang inflasi pada transportasi inflasi 0,99% dan kelompok transportasi andil inflasi 0,12%.

"Komoditas dominan mendorong inflasi tarif angkutan udara andil 0,11% serta bensin andil inflasi 0,02%," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono saat konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (4/5/2026).

Ateng mengungkapkan komoditas lainnya yang memberikan inflasi minyak goreng dengan andil 0,05%, tomat andil 0,03%, beras andil 0,02%.

Sebelumnya, konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia dari 13 institusi memperkirakan IHK pada April 2026 cenderung akan mengalami inflasi 0,43% (mtm) dengan median inflasi tahunan 2,72% (year-on-year/yoy).

Sementara itu, inflasi inti pada April 2026 diperkirakan berada di level 2,40% yoy.

Sebagai catatan, pada Maret 2026 saat Indonesia mengalami inflasi 0,41% (mtm), inflasi tahunannya tercatat 3,48% (yoy) dan inflasi inti mencapai 2,63% (yoy).

Kepala ekonom Bank Maybank Indonesia, Juniman, menjelaskan kenaikan inflasi bulanan disumbang beras, gula, minyak goreng, daging sapi, daging ayam, gandum, kedelai, dan cabai merah.

Kenaikan harga BBM nonsubsidi (Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite) juga mengalami kenaikan.

"Pelemahan rupiah turut mendorong kenaikan inflasi impor. Sementara itu, seiring penurunan harga emas dunia, harga emas dan perhiasan mengalami penurunan pada bulan Maret," tutur Juniman, kepada CNBC Indonesia.

Sebagai catatan, pemerintah menaikkan sejumlah harga BBM non-subsidi per 18 April 2026. Harga Pertamax Turbo melonjak 48,1% dari Rp13.100 per liter menjadi Rp19.400 per liter.

Tak hanya itu, Dexlite juga naik 66,2% dari Rp14.200 per liter menjadi Rp23.600 per liter. Sementara Pertamina Dex naik 64,8% dari Rp14.500 per liter menjadi Rp23.900 per liter.

(arj/haa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Breaking! BPS Laporkan RI Alami Deflasi 0,15% di Januari 2026


Most Popular
Features