MARKET DATA

Cabai dan Beras Biang Kerok Inflasi 2,92% Sepanjang 2025

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
05 January 2026 11:55
Deputi bidang Statistik Distribusi dan Jasa, BPS, Pudji Ismartini saat menyampaikan rilis BPS, Senin (3/11/2025). (Tangkapan Layar Youtube/BPS Statistics)
Foto: Deputi bidang Statistik Distribusi dan Jasa, BPS, Pudji Ismartini saat menyampaikan rilis BPS, Senin (3/11/2025). (Tangkapan Layar Youtube/BPS Statistics)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tekanan inflasi hingga akhir 2025 mencapai 2,92% secara tahunan atau year on year (yoy). Catatan inflasi per Desember 2025 ini ebih tinggi dibandingkan inflasi tahunan pada 2024 yang berada di level 1,57%, yang sekaligus sebagai inflasi terendah sepanjang sejarah, berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS).

"Inflasi 2,92% atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen dari 106,80 pada Desember 2024 menjadi 109,92 pada Desember 2025," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini saat konferensi pers, Jakarta, Senin (5/1/2026).

Pudji menjelaskan, tekanan inflasi yang makin tinggi pada tahun ini dipicu oleh tekanan harga untuk kelompok pengeluaran masyarakat seperti makanan, minuman, dan tembakau, dengan angka inflasi 4,58% (yoy) dan andilnya terhadap keseluruhan inflasi 1,33%.

"Komoditas dengan andil inflasi terbesar untuk kelompok ini adalah cabai merah, ikan segar, cabai rawit, beras dan daging ayam ras," kata Pudji.

Sedangkan di luar kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memberi andil terbesar ke inflasi ialah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 13,33% dengan andil terhadap total inflasi 0,87%. Komoditasnya ialah emas perhiasan.

"Sedangkan kelompok pengeluaran yang deflasi secara tahunan pada Desember 2025 adalah kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan dengan andil 0,02%," kata Pudji.

Berdasarkan komponennya, Pudji mengatakan, seluruhnya mengalai inflasi pada Desember 2025. Tertinggi ialah untuk inflasi bahan pangan bergejolak sebesar 6,,21%, inflasi inti 2,38%, dan untuk barang yang harganya diatur pemerintah mengalami inflasi 1,93% pada Desember 2025 secara tahunan.

Rilis BPS, Senin (5/1/2025). (Tangkapan layar youtube BPS Statistics)Foto: Rilis BPS, Senin (5/1/2025). (Tangkapan layar youtube BPS Statistics)
Rilis BPS, Senin (5/1/2025). (Tangkapan layar youtube BPS Statistics)
(arj/arj)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Sri Mulyani Wanti-Wanti Risiko Inflasi Efek Harga Beras Naik


Most Popular
Features