Penggunaan EV Beri Dampak Positif Buat Ekonomi RI, Irit BBM & Subsidi
Jakarta, CNBC Indonesia - Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Perencanaan Strategis Kementerian ESDM Jisman P Hutajulu mengungkapkan sektor energi dan sumber daya mineral memiliki peran penting untuk mendorong hilirisasi dan meningkatkan ketahanan. Sektor ini juga dapat membuka lapangan kerja dan memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Jisman mengatakan komitmen ini diwujudkan melalui pengembangan energi baru terbarukan dan transisi energi. Kapasitas energi terbarukan di tanah air pun diperkirakan bisa mencapai 100% dalam 10 tahun mendatang.
"Energi baru terbarukan adalah masa depan dan kita harus terus mendorong pembangunan pembangkit dari surya, hidro, panas bumi, dan bio energi," kata Jisman dalam EV Transition in Mining Industry Outlook 2026, Rabu, (29/4/2026).
Dia melanjutkan, ketahanan dan kemandirian energi menjadi poin penting di tengah ketidakpastian global, perubahan iklim, hingga fluktuasi Harga komoditas.
"Untuk itu, kedaulatan sejati hanya dapat dicapai oleh bangsa yang mampu memenuhi kebutuhan energinya dan mengelola sumber daya alamnya secara mandiri," tambahnya.
Untuk mewujudkan kemandirian energi, pemerintah berupaya meningkatkan kapasitas kilang untuk mengurangi ketergantungan impor BBM. Ketahanan energi juga difokuskan pada penguatan cadangan energi nasional, termasuk peningkatan kapasitas penyimpanan minyak mentah sehingga bisa menopang stok kebutuhan 30 hari. Selain itu, mandatory bioethanol dan pemerataan akses energi juga digencarkan di seluruh wilayah.
"Empat pilar dalam strategi penghematan dan ketersediaan mencakup pengurangan konsumsi energi secara masif dan terpusat. Kemudian peningkatan EBT dengan mensubstitusi bahan bakar fosil dengan biofuel dan energi terbarukan," ujar Jisman.
Kemudian pilar ke-3 adalah melakukan konversi yang merupakan transisi struktural menuju kendaraan listrik(electric vehicle/EV). Terakhir adalah dengan transformasi listrik PLN yang tadinya berbahan bakar BBM atau gas menuju PLTS dengan Battery Energy Storage System (BESS).
"Untuk menjaga momentum tersebut kami juga mendorong program konversi motor listrik yaitu transformasi kendaraan berbasis internal combustion engine (ICE) menjadi kendaraan listrik," ungkapnya.
Pasalnya, penggunaan kendaraan listrik diperkirakan bisa menghemat ratusan ribu liter BBM per tahunnya. Untuk konversi satu motor listrik saja, bisa menghemat 267 liter pertahunnya dan menurunkan beban subsidi. Dia mengatakan program konversi motor listrik yang telah dilakukan sejak 2023, berhasil mengonversi 2.250 unit kendaraan. Dia menambahkan tengah menyusun skema lanjutan agar program ini diperluas secara massif.
"Kami juga mencoba melakukan benchmarking untuk kendaraan listrik (EV), kita tahu yang paling sukses adalah Norwegia dan China. Kami melihat kebijakan yang efektif, dan pertumbuhan 5-6 tahun itu linear," ungkap
Indonesia pun masuk ke fase ekspansif, dimana kendaraan-kendaraan listrik sudah lalu lalang di jalanan. Jisman juga mengatakan, pemerintah melalui PLN tengah gencar untuk menyediakan SPKLU demi mendukung infrastruktur EV.
(rah/rah) Add
source on Google