MARKET DATA

Kupas Tuntas Kedaulatan Pangan di Tengah Ketidakpastian Global

Elga Nurmutia,  CNBC Indonesia
27 April 2026 21:43
Coffee Morning “Securing Indonesia Food Sovereignty through Value Chain and Financing Amid Global Disruption”.
Foto: Coffee Morning “Securing Indonesia Food Sovereignty through Value Chain and Financing Amid Global Disruption”.

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketidakpastian global yang disebabkan oleh konflik geopolitik, dinamika kebijakan moneter, hingga perubahan iklim telah mendorong pentingnya strategi komprehensif untuk terjaganya kedaulatan pangan nasional. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, hingga institusi keuangan diperlukan agar cita-cita kedaulatan pangan dapat tercapai.

Seperti yang diketahui, konflik geopolitik di Timur Tengah membawa dampak yang cukup signifikan terhadap sektor pangan di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Dana Moneter Internasional (IMF) menyebut konflik geopolitik telah membuat harga energi melesat, kemudian menimbulkan efek domino berupa naiknya harga pupuk.

Sebagian besar pupuk nitrogen memakai gas alam sebagai bahan baku. Ketika harga gas naik, biaya tanam ikut naik. Data proyeksi memperlihatkan indeks pangan global naik dari 93,3 pada kuartal IV-2025 menjadi 99,2 pada kuartal I-2026 lalu 103,6 pada kuartal II-2026.

Secara tahunan, harga pangan global diperkirakan naik 6% pada 2026, sehingga terasa langsung di banyak negara karena harga gandum, jagung, minyak nabati, sampai beras sangat dipengaruhi ongkos angkut dan biaya input pertanian.

Selain geopolitik, perkembangan kebijakan moneter seperti suku bunga acuan juga bisa mempengaruhi sektor pangan. Mengingat, suku bunga tinggi biasanya diikuti oleh bunga pinjaman bank naik, sehingga mempengaruhi beban biaya bagi para pelaku di sektor pertanian, peternakan, serta logistik pangan.

Perubahan iklim juga membawa dampak yang signifikan terhadap sektor pangan. Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia atau FAO dalam laporan yang dirilis 22 April 2026 menyebut bahwa lebih dari 1 miliar orang di seluruh dunia saat ini terpapar ancaman panas ekstrim.

Sektor pertanian pun menanggung beban besar akibat panas ekstrim tersebut, lantaran mayoritas aktivitasnya berlangsung di ruang terbuka, di bawah matahari, dengan perlindungan terbatas. Panas ekstrim yang berlangsung lama akan memicu kerusakan fisik pada tanaman, hewan ternak, ikan, pohon, bahkan hingga manusia.

Di tengah ketidakpastian yang tak menentu, Bank DBS Indonesia hadir untuk memberikan kejelasan, stabilitas, dan panduan tepercaya agar nasabah dan klien dapat melangkah dengan percaya diri. Sebagai mitra tepercaya untuk pertumbuhan bisnis, Bank DBS Indonesia menjadi jembatan antara modal global dan ekonomi riil, membantu korporasi menafsirkan sinyal pasar, mengelola risiko, serta membuat keputusan jangka panjang yang tepat.

Bank DBS pun telah diakui sebagai bank teraman di Asia selama 17 tahun berturut-turut. Selama kurun waktu tersebut, stabilitas senantiasa menjadi prioritas bagi Bank DBS Indonesia sekalipun dunia dilanda ketidakpastian.

Kekuatan Bank DBS Indonesia tidak hanya di pembiayaan, melainkan juga dalam hal pendampingan klien dengan insights mendalam agar setiap klien dapat mengambil keputusan dengan percaya diri. Melalui konektivitas Asia dan keahlian sektoral yang mendalam, Bank DBS Indonesia mendukung nasabah dalam mengoptimalkan alokasi modal, merestrukturisasi rantai pasokan, dan mengelola eksposur lintas batas di tengah volatilitas.

Bank DBS Indonesia juga mampu menghubungkan individu dan korporasi dengan solusi terintegrasi di Asia. Ambisi DBS adalah menjadi Best Bank for a Better World dengan menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif.

Lebih jauh, Bank DBS Indonesia memiliki sejumlah keahlian utama untuk berperan strategis dalam menghadapi gangguan dan membangun ketahanan pangan. Dalam hal ini, Bank DBS Indonesia memiliki manajemen risiko dan adaptabilitas yang efektif sekaligus mampu menavigasi kompleksitas yang melekat pada pasar dinamis dan memberikan solusi yang disesuaikan secara tepat untuk memenuhi kebutuhan klien yang terus berkembang.

Selain itu, Bank DBS Indonesia memiliki keahlian untuk memberdayakan klien untuk mengkonfigurasi ulang jaringan pasokan mereka, membangun ketahanan yang lebih solid, dan memastikan keberlangsungan bisnis di tengah ketidakpastian.

Dengan memanfaatkan wawasan berbasis data, Bank DBS Indonesia Memfasilitasi pengambilan keputusan yang efisien dan membantu mengelola lanskap keuangan yang semakin kompleks. Tujuan Bank DBS Indonesia adalah memastikan klien dapat menghadapi tantangan berat dengan percaya diri, sehingga masa depan tetap aman dan mereka mampu berkontribusi pada ekonomi yang stabil dan makmur.

Terlepas dari tantangan yang ada, Bank menyadari potensi besar dan kebutuhan akan solusi pembiayaan inovatif yang mendorong pertumbuhan dan keberlanjutan. Bank DBS Indonesia melihat potensi signifikan dalam pembiayaan untuk pengembangan bisnis. Persyaratan perbankan yang terus berkembang memungkinkan Bank DBS Indonesia secara proaktif mendukung ekspansi maupun investasi strategis para nasabah korporasi.

Sejalan dengan diversifikasi pasar global, arus pembiayaan baru muncul di sepanjang koridor perdagangan baru tersebut, sehingga menciptakan peluang menjanjikan. Bank DBS Indonesia menawarkan beragam solusi komprehensif, termasuk modal kerja, pembiayaan capex, layanan konsultasi strategis, layanan pasar keuangan global, dan layanan transaksi global.

Sebagai "Best Bank for ESG", Bank DBS Indonesia berkomitmen untuk mendukung sektor agribisnis berkelanjutan, termasuk penerapan praktik pertanian rendah karbon. Bagi Bank DBS Indonesia, keberlanjutan bukan lagi pilihan, melainkan menjadi fokus utama dalam industri pangan dan agribisnis.

Bank DBS didukung oleh kehadiran yang kuat di 19 pasar global dengan fokus yang mendalam pada wilayah Asia. Jaringan yang luas mampu mendorong konektivitas dan kolaborasi lintas batas yang sangat penting untuk menavigasi dunia yang saling terhubung seperti saat ini.

Untuk mengulas lebih dalam tantangan di sektor pangan dan kontribusi dunia usaha dan keuangan dalam mewujudkan kedaulatan pangan, CNBC Indonesia menggelar Coffee Morning dengan tema "Securing Indonesia Food Sovereignty through Value Chain and Financing Amid Global Disruption". Acara ini dikemas dengan santai di pagi hari, pada Selasa, 28 April, pukul 09.00-11.00 WIB, di Parle Senayan, yang didukung oleh Bank DBS Indonesia. Acara ini khusus bagi tamu undangan.

Coffee Morning CNBC Indonesia menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai pemangku kepentingan. Antara lain Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Pangan Widiastuti dan President Director Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong yang akan menyampaikan keynote speech.

Berikutnya, ada Direktur Eksekutif, Institutional Banking Group, Bank DBS Indonesia Ello Hanson, Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian Andi Nur Alamsyah, Kepala Divisi Luar Negeri, dan Ketua Bidang Luar Negeri Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) M. Fadhil Hasan yang akan hadir dalam acara tersebut.

Para narasumber akan membahas langkah konkret dan strategi sinergi Indonesia dalam memperkuat rantai nilai dan ekosistem pembiayaan sektor pangan dan perkebunan. Melalui forum ini, diharapkan terbangun diskusi yang konstruktif dan kolaboratif antar pemangku kepentingan demi mewujudkan kedaulatan pangan yang tangguh di tengah disrupsi global.

Coffee Morning CNBC Indonesia didukung oleh Bank DBS Indonesia. Pantau terus cnbcindonesia.com dan CNBC Indonesia TV untuk update informasi seputar ekonomi dan bisnis.

 

(rah/rah) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Prabowo: Tak Ada Bangsa Merdeka Bila Tak Bisa Jamin Makan Rakyat


Most Popular
Features