Mau Laut Jadi Tulang Punggung Ketahanan Pangan RI, Ini Strategi KKP

Ferry Sandi, CNBC Indonesia
Senin, 27/04/2026 13:55 WIB
Foto: Kepala Biro Perencanaan KKP, Andy Artha Donny Oktopura sebagai dalam acara CNBC Indonesia Food Summit 2026, di Menara Bank Mega, Jakarta, Senin, 27/4. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Upaya pemerintah mengejar swasembada pangan tidak hanya bergantung pada sektor darat. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai mengandalkan konsep 'pangan biru' sebagai sumber protein masa depan.

Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal KKP Andy Artha Donny Oktopura menilai, tantangan pertumbuhan penduduk global akan mendorong lonjakan kebutuhan pangan, termasuk di Indonesia. Dalam konteks ini, sektor kelautan dinilai memiliki peran strategis.

"Pangan biru atau pangan akuatik akan menjadi salah satu sumber pangan, khususnya untuk penyediaan protein, yang memiliki peran strategis dalam mewujudkan swasembada pangan," ujar Andi dalam forum Food Summit 2026 CNBC Indonesia dengan tema "Indonesia Food Safety Urgency: Towards a New Policy Framework" di Jakarta, Senin (27/4/2026).


KKP pun merancang peta jalan ekonomi biru sebagai fondasi kebijakan jangka panjang. Pendekatan ini tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem.

Kebijakan pertama yang menjadi prioritas adalah menjaga kesehatan laut melalui perluasan kawasan konservasi.

"Tujuannya adalah memastikan lokasi spawning ground, tempat berkembang biak habitat laut yang memiliki fungsi strategis untuk pangan tetap terjaga dan berkelanjutan," jelas Andy.

Langkah ini menjadi penting karena Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati laut terbesar di dunia. Tanpa perlindungan yang kuat, potensi tersebut berisiko mengalami degradasi.

Selain konservasi, KKP juga menargetkan perluasan kawasan lindung dalam skala besar hingga puluhan juta hektare dalam beberapa tahun ke depan.

Foto: Kepala Biro Perencanaan KKP, Andy Artha Donny Oktopura sebagai dalam acara CNBC Indonesia Food Summit 2026, di Menara Bank Mega, Jakarta, Senin, 27/4. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

"Kami memiliki target kawasan konservasi hingga 32 juta hektare pada 2029, dan ke depan mencapai sekitar 97,5 juta hektare," kata Andy.

Di sisi lain, pemerintah juga mengubah pendekatan dalam pemanfaatan sumber daya laut agar lebih terukur dan berkelanjutan. Hal ini dilakukan melalui kebijakan penangkapan ikan berbasis kuota.

Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga stok ikan tetap lestari sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan.

"Kita menjaga sumber daya ikan melalui penangkapan ikan terukur berbasis kuota agar produksi tetap berkelanjutan," tegas Andy.

Dengan strategi tersebut, KKP optimistis sektor kelautan bisa menjadi tulang punggung baru dalam ketahanan pangan nasional.

"Ekonomi biru ini adalah langkah strategis untuk menyediakan pangan yang aman sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya laut," sebut Andy.


(fys/wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Perluas Swasembada, RI Genjot Produksi Kedelai - Amankan Pupuk