MARKET DATA

Hadirkan Bahan Baku Berkualitas, PepsiCo Berdayakan Petani Lokal

Teti Purwanti,  CNBC Indonesia
27 April 2026 12:27
Director of Public Policy, Government Affairs & Corporate Communications PepsiCo, Gabrielle Angriani Johny  memberi pemaparan dalam acara CNBC Indonesia Food Summit 2026, di Menara Bank Mega, Jakarta, Senin, 27/4. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Director of Public Policy, Government Affairs & Corporate Communications PepsiCo, Gabrielle Angriani Johny memberi pemaparan dalam acara CNBC Indonesia Food Summit 2026, di Menara Bank Mega, Jakarta, Senin, 27/4. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah saat ini gencar mengawasi sektor makanan dan minuman di Indonesia agar produk yang dikonsumsi masyarakat tetap terjaga dan aman.

Sebagai perusahaan global yang memiliki presensi di Indonesia, PepsiCo terus berupaya menghadirkan makanan ringan yang menggunakan bahan baku berkualitas.

"Betul, kami mendirikan pabrik di 2025, dengan investasi Rp3 triliun untuk pabrik cheetos dan Doritos. Bahan baku jagungnya ada spesifikasi tertentu agar tidak berbahaya," ujar Director of Public Policy, Government Affairs & Corporate Communications PepsiCo, Gabrielle Angriani Johny dalam acara Food Summit 2026 di Menara Bank Mega Jakarta, Senin (27/4/2026).

Namun ujar Gabrielle, banyak masyarakat yang belum paham bahwa bahan baku produk berkualitas tidak selalu tersedia di Indonesia. Sehingga tidak heran jika untuk beberapa bahan baku masih ada yang impor.

PepsiCo Indonesia sebagai produsen makanan ringan diakuinya telah berkomitmen menjalankan ketentuan dan memastikan rantai pasok makanan.

"Kami tetap menjalankan komitmen. Tapi kami rasa butuh lebih banyak edukasi masyarakat dan petani. Kami telah kerja sama dengan partner petani, agar bisa buat produk sesuai industri dan bisa diserap," terangnya.

Menurut Gabrielle, pihaknya selalu aktif mengedukasi dan mengembangkan pertanian kentang dan jagung bersama petani lokal. Upaya ini menjadi salah satu bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong produktivitas dan kualitas petani.

"Kami juga upayakan transfer pengetahuan. Ini bisa cepat dan petani bisa mau nerima arahan agar hasil bisa meningkat," terangnya.

(dpu/dpu) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bahas Urgensi Keamanan Pangan RI di Tengah Arah Kebijakan Baru


Most Popular
Features