FOTO Internasional

Penampakan Ratusan Bos Geng Kriminal Diborgol Rantai di Sidang Online

Reuters, CNBC Indonesia
Sabtu, 25/04/2026 06:15 WIB

486 pemimpin geng MS-13 diadili massal di penjara CECOT El Salvador. Kasus mencakup 47 ribu kejahatan, menuai kritik soal kondisi tahanan.

1/6 Para terduga anggota geng Mara Salvatrucha, juga dikenal sebagai MS-13, menghadiri sidang terbuka dalam persidangan massal, setelah 486 terduga anggota geng didakwa dengan lebih dari 47.000 kejahatan yang dilakukan antara tahun 2012 dan 2022, menurut jaksa, di Pusat Penahanan Terorisme (CECOT) di Tecoluca, El Salvador, 23 April 2026. (REUTERS/Jose Cabezas)

Ratusan terduga pemimpin geng duduk di depan layar televisi di dalam penjara super ketat CECOT, El Salvador, Kamis (23/4/2026), saat persidangan virtual massal dimulai. Para narapidana terlihat diborgol dan dirantai di pergelangan kaki selama proses berlangsung. (REUTERS/Jose Cabezas)

2/6 Para terduga anggota geng Mara Salvatrucha, juga dikenal sebagai MS-13, menghadiri sidang terbuka dalam persidangan massal, setelah 486 terduga anggota geng didakwa dengan lebih dari 47.000 kejahatan yang dilakukan antara tahun 2012 dan 2022, menurut jaksa, di Pusat Penahanan Terorisme (CECOT) di Tecoluca, El Salvador, 23 April 2026. (REUTERS/Jose Cabezas)

Pengadilan pekan ini mengadili lebih dari 486 terduga pemimpin geng Mara Salvatrucha atau MS-13. Kasus tersebut mencakup lebih dari 47.000 kejahatan yang disebut terjadi dalam rentang waktu 2012 hingga 2022. (REUTERS/Jose Cabezas)

3/6 Para terduga anggota geng Mara Salvatrucha, juga dikenal sebagai MS-13, menghadiri sidang terbuka dalam persidangan massal, setelah 486 terduga anggota geng didakwa dengan lebih dari 47.000 kejahatan yang dilakukan antara tahun 2012 dan 2022, menurut jaksa, di Pusat Penahanan Terorisme (CECOT) di Tecoluca, El Salvador, 23 April 2026. (REUTERS/Jose Cabezas)

Jaksa menjerat para terdakwa dengan berbagai tuduhan berat, termasuk pembunuhan, pembunuhan perempuan (femicide), pemerasan, perdagangan senjata, penghilangan paksa, dan pemberontakan. Mereka juga dituduh berupaya membangun “negara paralel” melalui penguasaan wilayah. (Attorney General's Office of El Salvador/Handout via REUTERS)

4/6 Para terduga anggota geng Mara Salvatrucha, juga dikenal sebagai MS-13, menghadiri sidang terbuka dalam persidangan massal, setelah 486 terduga anggota geng didakwa dengan lebih dari 47.000 kejahatan yang dilakukan antara tahun 2012 dan 2022, menurut jaksa, di Pusat Penahanan Terorisme (CECOT) di Tecoluca, El Salvador, 23 April 2026. (REUTERS/Jose Cabezas)

Direktur CECOT, Belarmino Garcia, mengatakan para terdakwa merupakan tokoh paling berbahaya dalam jaringan kriminal tersebut. Ia menegaskan fasilitas penjara dirancang dengan sistem keamanan tinggi untuk menahan pelaku kejahatan berat. (REUTERS/Jose Cabezas)

5/6 Para terduga anggota geng Mara Salvatrucha, juga dikenal sebagai MS-13, menghadiri sidang terbuka dalam persidangan massal, setelah 486 terduga anggota geng didakwa dengan lebih dari 47.000 kejahatan yang dilakukan antara tahun 2012 dan 2022, menurut jaksa, di Pusat Penahanan Terorisme (CECOT) di Tecoluca, El Salvador, 23 April 2026. (REUTERS/Jose Cabezas)

Sebagian besar dari 486 terdakwa ditahan di CECOT, sementara sisanya tersebar di empat penjara lain. Fasilitas ini dibangun pada 2023 oleh pemerintahan Presiden Nayib Bukele dan menjadi simbol kebijakan keras terhadap geng. (REUTERS/Jose Cabezas)

6/6 Para terduga anggota geng Mara Salvatrucha, juga dikenal sebagai MS-13, menghadiri sidang terbuka dalam persidangan massal, setelah 486 terduga anggota geng didakwa dengan lebih dari 47.000 kejahatan yang dilakukan antara tahun 2012 dan 2022, menurut jaksa, di Pusat Penahanan Terorisme (CECOT) di Tecoluca, El Salvador, 23 April 2026. (REUTERS/Jose Cabezas)

Di sisi lain, kelompok hak asasi manusia mengkritik kondisi di penjara tersebut. Mereka menyebut situasinya tidak manusiawi, dengan dugaan penyiksaan, pengawasan terus-menerus, serta pembatasan kontak dengan dunia luar, termasuk akses ke penasihat hukum. (REUTERS/Jose Cabezas)

Add as a preferred
source on Google