MARKET DATA

Mentan Amran Punya Rencana Besar Buat BUMN Pangan, Ini Kata Bos Bulog

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
20 April 2026 17:40
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani saat ditemui di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Senin (20/4/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Foto: Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani saat ditemui di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Senin (20/4/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional Amran Sulaiman untuk memperkuat peran BUMN pangan mendapat respons dari Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.

Rizal memastikan, pihaknya siap menjalankan apapun penugasan dari pemerintah.

"Kami siap kalau ditugaskan. Pokoknya kalau ditugaskan kami, Bulog, siap mendukung tugas-tugas dari pemerintah," kata Rizal saat ditemui di kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Ia menjelaskan, dalam skema penguatan BUMN pangan, Bulog kemungkinan tidak akan terlibat langsung dalam kegiatan budidaya seperti penanaman kedelai atau bawang putih. Peran tersebut lebih mungkin dijalankan oleh BUMN lain yang memiliki mandat di sektor produksi.

"Kalau Bulog off taker. Kalau tanam mungkin ditugaskan ke yang lain, tapi kita wajib mungkin menyerap sesuai dengan tugas Bulog itu adalah sebagai stabilisasi maupun untuk pendistribusian logistiknya," ujarnya.

Menurutnya, fungsi utama Bulog tetap difokuskan pada penyerapan hasil produksi, pengolahan, hingga distribusi pangan ke masyarakat luas.

"Bulog ya off taker, selalu off taker dan mengolah, serta menyalurkan kepada seluruh masyarakat Indonesia," ucap dia.

"Mungkin BUMN pangan yang lain (yang akan mendapat penugasan menanam kedelai hingga bawang putih), apakah itu PTPN kan sesuai dengan tugas mereka," sambung Rizal.

Sebelumnya, Mentan sekaligus Kepala Bapanas, Amran Sulaiman mengatakan, pemerintah akan memperkuat peran BUMN untuk mendorong produksi pangan nasional dan mengurangi ketergantungan impor, terutama untuk komoditas strategis seperti kedelai, bawang putih, hingga daging dan susu.

"BUMN, termasuk Bulog harus kita perkuat ke depan. Jadi ini kan kita kejar lagi, susu dengan daging kan satu paket. Kedelai, bawang putih ini kita lagi kejar," kata Amran di kantornya, Rabu (15/4/2026).

Ia bahkan mengaku tengah merancang skema agar BUMN tidak hanya berperan sebagai offtaker, tetapi juga ikut langsung dalam produksi.

"BUMN. Nanti kita rancang. Saya sementara rancang.. Bawang putih BUMN ikut menanam, kedelai juga," ujarnya.

Amran menilai langkah ini penting untuk mengatasi berbagai anomali dalam tata niaga pangan, termasuk kasus di mana Indonesia masih mengimpor komoditas meski produksi dalam negeri tersedia.

"Kita impor gula, tapi gula dalam negeri tidak bisa laku. Menurut kamu ada apa? Ada anomali kan. Kalau ada anomali ada apa di situ? Permainan, mafia," tegas dia.

Ia pun menekankan pentingnya pengawasan ketat serta penindakan tegas terhadap pelaku yang merugikan masyarakat.

"Harus disiplin sekarang. Tapi yang terpenting kalau ada lagi bocor, tolong beritakan deh. Kita langsung tindak tegas," ujar Amran.

(dce) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Tunggu Komando Mentan Amran, Bulog Buka Peluang Ekspor Beras


Most Popular
Features