MARKET DATA

Bos Bulog Akui Minyakita Langka, Minta Tambahan Kuota DMO

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
13 April 2026 18:45
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (13/4/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Foto: Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (13/4/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengakui ketersediaan minyak goreng rakyat merek Minyakita terbatas di pasar. Ia bahkan telah melaporkan kondisi tersebut kepada Menteri Pertanian yang juga sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman, sebagai bagian dari upaya mencari solusi atas kelangkaan yang terjadi.

"Kemarin kami juga sudah lapor ke Pak Mentan untuk mengatasi Minyakita yang kosong tersebut. Terus terang, kami sudah mengajukan ke Menteri Perdagangan (Budi Santoso) untuk penambahan kuota," kata Rizal saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (13/4/2026).

Perlu diketahui, saat ini distribusi Minyakita turut melibatkan BUMN pangan. Pemerintah menetapkan minimal 35% penyaluran produk tersebut dilakukan melalui BUMN, termasuk Bulog.

Dalam implementasinya, pembagian kuota dilakukan ke beberapa entitas, yakni ID Food, dan Agrimas Palma, dengan porsi terbesar berada di Bulog. Namun di lapangan, khusus untuk Bulog, Rizal mengakui distribusi tidak bisa dilakukan secara penuh karena adanya prioritas program lain.

Ia menjelaskan, Bulog harus mengatur strategi penyaluran agar tetap seimbang antara kebutuhan pasar dan penugasan pemerintah, terutama untuk bantuan pangan kepada jutaan masyarakat.

"Nah, ini kan kami juga mengatur ritmenya. Kemarin kami fokus untuk Ramadhan dan Idulfitri, Alhamdulillah lancar. Nah, kemudian setelah ini kami fokus ke bantuan pangan. Nah, mungkin nanti setelah ini kami akan fokus lagi ke pasar lagi. Jadi, memang keterbatasan DMO tersebut apabila dihadapkan dengan kebutuhan Minyakita untuk bantuan pangan. Jadi, kami berbagi," jelasnya.

Rizal menyebut, keterbatasan kuota Domestic Market Obligation (DMO) menjadi kendala utama dalam menjaga ketersediaan Minyakita secara merata, baik untuk kebutuhan pasar maupun program sosial.

Untuk itu, Bulog mengusulkan peningkatan porsi DMO yang dialokasikan ke BUMN pangan agar distribusi bisa lebih optimal.

"Sesuai arah dari Pak Mentan, kemarin diperintahkan kita untuk menambahkan pengajuan kuota DMO-nya, 65%. 65% harapannya bisa mengcover untuk pasar, dan termasuk untuk bantuan pangan," jelas Rizal.

Dengan tambahan kuota tersebut, Bulog berharap distribusi Minyakita dapat kembali normal di pasar, sekaligus tetap memenuhi kebutuhan bantuan pangan bagi masyarakat luas.

(dce) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Warga RI Mohon Sabar, Bentar Lagi Harga Minyakita Diramal Turun


Most Popular
Features