MARKET DATA
Internasional

Gencatan Senjata Batal, Israel Menggila Serang Lebanon

Redaksi,  CNBC Indonesia
18 April 2026 17:55
Orang-orang berjalan melewati bangunan yang hancur, setelah gencatan senjata selama 10 hari antara Lebanon dan Israel mulai berlaku, di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, 18 April 2026. (REUTERS/Marko Djurica)
Foto: Orang-orang berjalan melewati bangunan yang hancur, setelah gencatan senjata selama 10 hari antara Lebanon dan Israel mulai berlaku, di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, 18 April 2026. (REUTERS/Marko Djurica)

Jakarta, CNBC Indonesia - Israel kembali menyerang wilayah Lebanon. Artileri Israel dilaporkan menembaki kota-kota Beit Leif, Qantara, dan Touline di Lebanon selatan, menurut laporan koresponden Al Jazeera, dikutip Sabtu (18/4/2026).

Buldozer Israel juga terus melakukan operasi penghancuran dan meratakan rumah-rumah di beberapa wilayah di Lebanon selatan.

Laporan ini bersamaan dengan pengumuman terbaru dari Iran yang kembali menutup Selat Hormuz. Iran mengatakan status Selat Hormuz kembali "terbatas" seperti semula, dikarenakan perselisihan yang terus berlanjut dengan Amerika Serikat (AS).

AS sebelumnya menekankan bahwa militernya akan tetap melakukan blokade di pelabuhan-pelabuhan Iran.

Adapun Israel dan Lebanon sebelumnya telah mengumumkan gencatan senjata pada Jumat (17/4) waktu setempat, setelah Lebanon dan Israel mengadakan pembicaraan langsung di Washington.

Israel terus menduduki wilayah-wilayah di Lebanon selatan meskipun ada gencatan senjata. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pasukan tidak akan mundur selama gencatan senjata.

(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Deretan "Dosa" Besar Israel di 2025: Serang Negara Arab hingga Eropa


Most Popular
Features