Internasional

Selat Hormuz Tutup Lagi, Iran: Trump Terlalu Banyak Bicara

Redaksi, CNBC Indonesia
Sabtu, 18/04/2026 17:38 WIB
Foto: Data pelacakan kapal dari MarineTraffic menunjukkan lalu lintas minimal di sepanjang Selat Hormuz dari hari Senin (13 April) hingga Selasa (14 April), karena militer AS memulai blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. (Tangkapan Layar Video Reuters/MARINE TRAFFIC)

Jakarta, CNBC Indonesia - Iran kembali menutup Selat Hormuz yang menjadi lintasan strategis untuk seperlima perdagangan minyak dunia. Keputusan Iran ditengarai sikap Presiden AS Donald Trump yang tetap memberlakukan blokade angkatan laut di pelabuhan-pelabuhan Iran.

Komado angkatan laut Garda Revolusi Iran (IRGC) menegaskan bahwa Selat Hormuz telah kembali ke status "terbatas" seperti sebelumnya.


"Selama pergerakan kapal dari dan ke Iran masih terancam, status Selat Hormuz akan tetap seperti sebelumnya," demikian unggahan komando angkatan laut di X yang kemudian dibagikan oleh media Iran, dikutip dari Aljazeera, Sabtu (18/4/2026).

"Setiap pelanggaran komitmen oleh Amerika Serikat akan mendapat tanggapan yang sesuai," ia menuturkan.

Terpisah, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, berbicara kepada pers di sela-sela Forum Diplomatik Antalya di Turki. Ia diminta tanggapan terkait ucapan Trump yang mengatakan AS akan kembali menjatuhkan bom di Iran, jika tidak ada kesepakatan yang tercapai pada pekan depan.

Khatibzadeh menyebut Trump "terlalu banyak bicara".

"Dia [Trump] mengatakan hal-hal yang kontradiktif dalam pernyataan yang sama," kata pejabat Iran itu. "Saya tidak tahu persis apa yang dia maksud," ujarnya.

Khatibzadeh mengatakan Iran percaya perang tidak dapat menghasilkan hasil positif apa pun. Namun, pihaknya siap untuk terus membela diri jika diserang.

"Kami akan berjuang sampai prajurit Iran terakhir," katanya.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Trump Umumkan Buka Selat Hormuz Demi China & Dunia