MARKET DATA
Internasional

Pasukan Garda Revolusi: Selat Hormuz di Bawah Kendali Penuh Iran

sef,  CNBC Indonesia
04 March 2026 15:20
Pemandangan udara pantai Iran dan Pelabuhan Bandar Abbas di Selat Hormuz, 10 Desember 2023. (REUTERS/Stringer/File Photo)
Foto: Pemandangan Selat Hormuz (REUTERS/Stringer/File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan mereka mengendalikan penuh Selat Hormuz, Rabu (4/2/2026). Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran vital untuk minyak dan gas.

Militer Iran itu mengatakan kapal apa pun yang berusaha melewati jalur air tersebut berisiko mengalami kerusakan akibat rudal atau drone yang tersesat. Sebelumnya penutupan Selat Hormuz diungkap Iran sebagai balasan dari serangan Amerika Serikar (AS) dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

"Saat ini, Selat Hormuz berada di bawah kendali penuh Angkatan Laut Republik Islam," kata pejabat Angkatan Laut IRGC Mohammad Akbarzadeh dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan di kantor berita Fars.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Selasa bahwa Angkatan Laut Amerika siap mengawal kapal tanker minyak melalui jalur pelayaran penting di Teluk tersebut. Ini menyusul meningkatnya risiko serangan di jalur vital tersebut.

"Jika perlu, Angkatan Laut Amerika Serikat akan mulai mengawal kapal tanker melalui Selat Hormuz sesegera mungkin," tulis Trump di platform Truth Social miliknya, Selasa waktu setempat, seperti dikutip AFP.

Trump juga memerintahkan Washington untuk menyediakan skema asuransi bagi pengiriman komersial. Pernyataan ini sempat menenangkan pasar. Saham AS memangkas kerugian, meski harga minyak mentah tetap bergerak naik.

Di sisi lain, Trump memberikan pembenaran atas operasi gabungan AS-Israel terhadap Iran. Ia membantah bahwa Tel Aviv memaksanya bertindak, sekaligus mengklaim langkah tersebut diambil demi mencegah serangan lebih dulu dari Teheran.

"Saya pikir mereka (Iran) akan menyerang terlebih dahulu. Dan saya tidak ingin itu terjadi," ujar Trump saat menjamu Kanselir Jerman Friedrich Merz di Ruang Oval.

"Jadi, jika ada, saya mungkin telah memaksa Israel untuk bertindak," kataya.

Namun, ia tidak merinci rencana politik pasca konflik di Iran. Trump bahkan menyebut "sebagian besar orang yang kami pertimbangkan telah meninggal", merujuk pada ketidakpastian kepemimpinan Iran setelah tewasnya pemimpin tertinggi Ali Khamenei dalam serangan akhir pekan lalu.

Salah satu tujuan utama operasi ini, menurut Trump, adalah menghentikan program nuklir Iran. Seorang pejabat senior AS mengatakan Iran pada dasarnya tinggal menunggu hari memiliki senjata nuklir.

(sef/sef) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Iran Balas Dendam, Kapal Tank Minyak Sekutu AS Disita di Selat Hormuz


Most Popular
Features