Usai Rapat dengan BP BUMN, Ara Tegaskan Lahan Tanah Abang Aset Negara

Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia
Jumat, 17/04/2026 19:45 WIB
Foto: Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) saat konferensi pers usai rapat tertutup membahas program 3 juta rumah di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Rabu (19/2/2025) malam. (CNBC Indonesia/Muhamad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) di kawasan Tanah Abang merupakan aset negara. Lahan ini rencananya akan dimanfaatkan untuk pembangunan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Hal tersebut disampaikan Maruarar usai rapat koordinasi lintas lembaga yang digelar di Danantara bersama BP BUMN, Kementerian ATR/BPN, Satgas Anti Mafia Tanah, hingga manajemen PT KAI.


Dalam rapat tersebut, mereka mengidentifikasi terdapat tiga lokasi lahan milik KAI di kawasan Tanah Abang dengan total luas sekitar 4,3 hektare. Perinciannya, 1 lokasi Pasar Tasik seluas sekitar 1,3 hektare, dan 2 lokasi Tanah Abang Bongkaran sekitar 3 hektare berstatus lahan menggunakan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) nomor 17 dan 19.

Maruarar yang akrab disapa Ara itu mengungkapkan bahwa pihaknya sebelumnya telah melakukan pengecekan dan konsultasi dengan Kementerian ATR/BPN untuk memastikan status lahan tersebut. Ia mengakui sempat terdapat perbedaan pandangan mengenai status lahan, namun pemerintah kini memastikan lahan tersebut merupakan aset negara.

"Jadi gini, waktu saya datang ke sana kami sudah konsultasi, kami yakin itu tanah negara. Tapi ada pihak lain yang tidak yakin itu tanah negara," ujar Ara saat konferensi pers di Wisma Danantara, Jumat (17/4/2026).

"Kan kalau ada dua pihak berbeda, ya kita negara. Kita sudah cek, kita sudah konsultasi. Konsultasi untuk mengecek tanah itu aset negara atau tidak, tentu di ATR BPN," lanjutnya.

Rapat tersebut juga dilakukan dengan sepengetahuan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid sebagai bagian koordinasi lintas kementerian.

Dengan kepastian status lahan tersebut, Ara memastikan pembangunan hunian masyarakat akan segera berjalan. Ia mengungkapkan bahwa pihak swasta melalui program CSR, yakni PT Astra Internasional Tbk. (ASII) bahkan telah menyatakan kesiapan untuk membangun rumah susun di lahan tersebut.

"Ya kita akan gunakan untuk kepentingan negara, kepentingan rakyat Indonesia. Sudah ada dari CSR Astra yang siap membangun rumah susun. Asetnya tetap punya kereta api," jelasnya.

Meski demikian, Ara menegaskan bahwa kepemilikan lahan tetap berada di tangan PT KAI sebagai aset negara.

"Sudah ada pihak yang mau membangun. Untuk siapa? Untuk masyarakat kita," katanya.

Pemerintah juga menegaskan langkah-langkah pengamanan lahan akan dilakukan, termasuk melalui koordinasi dengan Satgas Anti Mafia Tanah.

Lebih lanjut, Ara menyebut pihaknya siap memasang plang di lokasi pada Senin depan sebagai bentuk pemberitahuan kepada masyarakat mengenai status lahan tersebut.


(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: BPI Danantara Akan Membangun Rusun MBR di Meikarta