Bangun Pabrik Baru, Produksi Aluminium Inalum Bakal Jadi 900.000 Ton

Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
Rabu, 15/04/2026 18:40 WIB
Foto: Smelter Inalum. (Dok. Inalum)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) menargetkan peningkatan kapasitas produksi aluminium nasional mencapai 900.000 ton per tahun. Hal ini didorong dengan pembangunan fasilitas smelter baru.

Ekspansi tersebut dilakukan untuk memperkuat posisi perusahaan sebagai industri aluminium global sekaligus mewujudkan swasembada logam di dalam negeri.

Direktur Utama Inalum Melati Sarnita menjelaskan proyek bertajuk Smelter 2 Mempawah ini akan menjadi tonggak transformasi besar bagi perusahaan. Dia mengatakan penambahan kapasitas sebesar 600.000 ton tersebut akan mengerek total produksi Inalum dari level saat ini yang sebesar 275.000 ton per tahun.


"Smelter 2 Mempawah adalah proyek transformasional untuk Inalum karena dari memiliki 275.000 ton kapasitas aluminium, nantinya akan menjadi 900.000 ton aluminium dengan menambahkan 600.000 ton smelter baru di Mempawah," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI, Jakarta, dikutip Rabu (15/4/2026).

Sebagai gambaran, proyek tersebut membutuhkan investasi senilai US$ 2,4 miliar setara Rp 41,11 triliun (asumsi kurs Rp 17.131 per US$) dengan struktur pendanaan yang berasal dari pinjaman sebesar 60% serta ekuitas internal sebesar 40%.

Perusahaan memastikan seluruh pembangunan fisik telah masuk ke dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk mempercepat fase eksekusi di lapangan pada tahun ini.

"Tahun ini adalah tahun eksekusi, bukan lagi tahun perencanaan. Alhamdulillah semua proyek-proyek kami sudah masuk ke dalam proyek strategis nasional melalui Permenko RI nomor 4 tahun 2026," imbuhnya.

Untuk mendukung operasional pabrik berskala besar tersebut, Inalum juga tengah memfinalisasi kerja sama penyediaan energi jangka panjang bersama PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Sinergi ini mencakup penggunaan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) selama 30 tahun guna menjamin kepastian pasokan listrik yang efisien bagi smelter aluminium.

"Tentunya kami harapkan sinergi antara Inalum, PLN dan pihak terkait dalam hal ini PTBA bisa diwujudkan karena salah satu keberhasilan dari proyek smelter Mempawah itu adalah captive dari PLTU untuk smelter aluminium," terangnya.

Melalui integrasi rantai pasok dari hulu hingga ke hilir, Inalum optimis dapat meningkatkan daya saing produk aluminium domestik di pasar global. Upaya ini diharapkan mampu mengubah profil Indonesia dari sekadar pengekspor bahan mentah menjadi negara industri logam yang mandiri dan berdaya saing global.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Inalum Raih Anugerah Lingkungan PROPER EMAS 2025