MARKET DATA

62.685 Orang RI Jatuh Miskin Akibat Penyakit Katastropik Dalam Sebulan

Arrijal Rachman,  CNBC Indonesia
16 April 2026 06:25
Logo Badan Pusat Statistik (BPS). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Logo Badan Pusat Statistik (BPS). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan sejumlah temuan dari hasil cek lapangan (ground checking) tahap 1 data masyarakat Indonesia per individu yang menjadi penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan dan merupakan pengidap penyakit katastropik.

Ground checking tahap 1 itu telah dilakukan sejak akhir Februari-Maret 2026 dengan tujuan memastikan akurasi data penerima bantuan sosial nasional dari PBI.

Wakil Kepala BPS Sonny Harry Budiutomo Harmadi mengungkapkan salah satu temuan krusial dari ground checking tahap 1 itu. Temuan itu ialah penyakit katastropik dapat membuat individu turun kelas sosial alias jatuh miskin hanya dalam waktu singkat.

"Menunjukkan bahwa penyakit katastropik bisa dengan cepat menurunkan kesejahteraan individu," kata Sonny saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Sonny mengatakan, dari total 106.153 orang yang dicek ulang datanya dengan mendatangi langsung oleh petugas BPS di lapangan, setidaknya ada 62.685 orang yang turun kelas, dari semula tercakup ke dalam desil 6-5 (mampu atau bukan penerima bansos PBI BPJS Kesehatan) menjadi masuk ke dalam desil 1-5 (penerima bansos PBI BPJS Kesejatan) hanya dalam waktu satu bulan.

"Ini menunjukkan bahwa dalam beberapa bulan saja karena data yang digunakan untuk hapus PBI sebelumnya data triwulan IV-2025, begitu dicek di akhir Februari sampai Maret ternyata 62.685 orang turun desil," ujar Sonny.

Data penurunan kelas ini menurut Sonny diperoleh karena saat proses ground checking tahap 1, BPS turut melengkapi data sosial ekonomi nasional (DTSEN) 106.153 individu. Pembaruan data itu termasuk melengkapi data kepemilikan aset, dan nilai dari aset yang dimiliki.

"Salah satu yang kami lengkapi adalah jumlah kepemilikan aset dan nilai dari aset tersebut. Lalu dilakukan perhitungan perangkingan ulang dan ketemu ternyata dari 106.153 orang tadi ada 62.685 yang tadinya di desil 6 ke atas sekarang mereka turun desil masuk ke desil 1-5," tegas Sonny.

Dari hasil temuan ini, Sonny meminta pemerintah, khusus Kementerian Sosial untuk bijaksana dalam mengambil keputusan penonaktifan status peserta PBI JKN BPJS Kesehatan.

"Belajar dari kasus sebelumnya bahwa orang kalau menderita katastropik dia dalam waktu singkat bisa turun kesejahteraannya dan turun desilnya ke desil terendah," tutur Sonny.

"Oleh karena itu, ini sangat tergantung dari kebijksanaan bapak mensos terkait mereka yang sebetulnya menderita penyakit katastropik tapi berada di desil 6-10," ungkapnya.

Sebagai informasi, penyakit katastropik adalah penyakit berat yang membutuhkan pembiayaan mahal dan pengobatan lama terus menjadi perhatian pemerintah, berdasarkan definisi Kementerian Kesehatan. Contoh dari penyakit itu di antaranya gagal ginjal kronis hingga penyakit jantung, kanker, maupun stroke.

(arj/haa) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Mensos 'Wisuda' 133 Keluarga Miskin Naik Kelas, Tak Lagi Terima Bansos


Most Popular
Features