Produksi Emas Pongkor Milik Antam Disebut Hanya Bertahan Hingga 2030

Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
Selasa, 14/04/2026 10:40 WIB
Foto: Tambang bawah tanah Pongkor, Bogor, Jawa Barat yang dikelola oleh PT Antam Tbk (ANTM) dengan produksi utama emas dan perak, Kamis (16/10/2025). (CNBC Indonesia/Verda Nano Setiawan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Holding BUMN Industri Pertambangan MIND ID mengungkapkan kondisi kritis cadangan emas yang dikelola PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM). Masa operasional tambang emas utama di Pongkor, Bogor milik Antam hanya bisa bertahan hingga tahun 2030 mendatang.

Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin menjelaskan bahwa ANTAM saat ini sangat bergantung pada satu lokasi tambang emas yang berada di Pongkor, Bogor. Ia menyebut kondisi perusahaan dalam mengelola komoditas emas sudah berada di tahap yang mengkhawatirkan akibat terbatasnya cadangan legal yang tersedia.

"Antam saja, Pak. Sampai saat ini kekuatannya sudah napasnya sudah di ujung leher, Pak. Karena dia hanya mengandalkan yang legalnya saja, hanya Pongkor di Bogor. Itu pun hanya kalau bisa bertahan sampai 2030," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI di Jakarta, dikutip Selasa (14/4/2026).


Operasional tambang bawah tanah di Pongkor saat ini juga terhambat oleh kendala regulasi lahan yang melibatkan pemerintah daerah. Maroef mengatakan terdapat perubahan status kawasan hutan di lokasi tersebut yang menghambat upaya perusahaan dalam memperpanjang masa operasional tambang.

"Ada kendala regulasi berhubungan dengan Pemda Jawa Barat. Ada perubahan status kawasan hutan. Sudah sebelumnya bukan kawasan hutan terus berubah lagi statusnya menjadi kawasan hutan. Ini yang salah satu mungkin kami mohon bantuan dari Bapak-bapak anggota yang terhormat untuk bisa kami dibantu untuk memperpanjang napasnya Antam khususnya di Pongkor," lanjutnya.

Adapun, Antam sendiri tengah gencar mencari sumber cadangan emas baru, termasuk menjajaki peluang eksplorasi hingga ke luar negeri. Hal tersebut menyusul cadangan emas di Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor yang kian menipis.

Sebelumnya, Direktur Utama Antam Untung Budiharto membeberkan produksi emas dari UBPE Pongkor saat ini berada di bawah 1 ton per tahun, bahkan hanya sekitar 450 kilo gram (kg) per tahun.

"Kita saat ini hanya bisa di bawah 1 ton Pak, malah 450 kg per tahun Pak, sehingga ini sangat minim sekali dan satu-satunya tambang emas yang dimiliki oleh Pongkor, di Antam itu Pongkor Pak," ungkap Untung dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, belum lama ini.

Oleh karena itu, guna memenuhi kebutuhan produksi, Antam selama ini mengandalkan berbagai sumber. Mulai dari program buyback, pembelian dari pabrik dalam negeri, hingga impor dari luar negeri apabila terjadi kekurangan pasokan.

Di sisi lain, perusahaan juga telah mendapatkan penugasan untuk melakukan eksplorasi sumber cadangan baru di dalam negeri. Kegiatan tersebut akan diawali dengan kajian sosial di sejumlah wilayah, termasuk Jawa Timur.

"Hanya saja, waktunya enggak bisa cepat Pak itu. Kalau saya tanya, 5 tahun baru bisa ditambang Pak, untuk mendapatkan cadangan dan resource yang ada di sana," katanya.

Selain kegiatan eksplorasi di dalam negeri, Antam juga tengah menyiapkan sejumlah strategi lain untuk memperkuat cadangan emas. Salah satunya yakni penjajakan ekspansi eksplorasi di luar negeri, termasuk di Arab Saudi.

"Serta menjajaki peluang eksplorasi luar negeri yang kami lakukan saat ini di Arab Saudi. Strategi ini dirancang untuk menyeimbangkan optimalisasi aset yang ada dengan membuka peluang pertumbuhan yang baru," ujar Untung.

Tambang Emas Pongkor Milik Antam Disebut Hanya Bisa Bertahan Hingga 2030


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Permintaan Emas Melonjak,Antrian Beli Emas ANTAM Naik 100 Kali