MARKET DATA
Gold Outlook 2026

Pasokan Emas RI Tidak Bisa Sekencang Lonjakan Permintaan, Kenapa?

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
30 January 2026 18:00
Direktur Komersial PT Aneka Tambang Tbk, Handi Sutanto menyampaikan paparan dalam acara Gold Outlook 2026 di Menara Bank Mega, Jakarta, Jumat (30/1/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Direktur Komersial PT Aneka Tambang Tbk, Handi Sutanto menyampaikan paparan dalam acara Gold Outlook 2026 di Menara Bank Mega, Jakarta, Jumat (30/1/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengakui bahwa pasokan emas di Indonesia tidak bisa sekencang lonjakan permintaan. Pada intinya, Antam sendiri tidak sembarangan dalam memperoleh bahan baku.

Direktur Komersial PT Aneka Tambang Tbk Handi Sutanto menegaskan, bahwa Antam tidak bisa semabarangan mendapatkan sumber bahan baku, lantaran memiliki tanggung jawab sebagai London Bullion Market Association (LBMA).

Bagi Handi, LBMA perlu mempertanggungjawabkan ketelusuran, trackability daripada sumber bahan baku yang digunakan. "Maka itulah yang menyebabkan kami belum bisa terlalu gesit, kami akui, untuk main ke scrap, sisa perhiasan. Lalu ke sumber-sumber lain yang tidak bisa ditelusuri, legalitas sumbernya. Itulah yang kami jaga," terang Handi dalam Gold Outlook 2026 CNBC Indonesia, Jumat (30/1/2026).

"Ibaratnya LBMA itu emas berakhlak. Jadi Bapak-Ibu tidak hanya emasnya kadar yang murni kami pastikan, tapi tenang memegangnya. Bebas dari terorisme, pencucian uang, collusion, child labor, and so on and so forth," tambah Handi.

Kemudian, Handi pun menyinggung alasan kenapa emas di Indonesia laku. Salah satunya karena emas Antam memiliki standar dunia yakni LBMA 99,5%. "Tapi Antam kita mempersembahkan suatu produk yang nilainya 99,99%. So it's above the LBMA standard. Nah itulah yang kami coba sampaikan ke masyarakat. Dan memang saya bilang sama tim saya, kita perlu lebih giat mengedukasi masyarakat juga," tegas Handi.

(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: Harga Emas Cetak Rekor, Antam Tembus Rp2,1 Juta Per Gram


Most Popular
Features