Internasional

Trump Resmi Blokade Hormuz, Ini 9 Perkembangan Terkini Perang AS-Iran

sef, CNBC Indonesia
Selasa, 14/04/2026 09:40 WIB
Foto: Ilustrasi bendera Amerika Serikat dan Iran. (iStockphoto/studiocasper)

Jakarta, CNBC Indonesia - Negosiasi perang Amerika Serkat (AS) dan Iran tak membuahkan hasil meski digelar di Islamabad, Pakistan, akhir pekan lalu. Presiden AS Donald Trump justru memulai ancaman terbarunya, memblokade Selat Hormuz, perairan yang dilewati 20% minyak dunia, yang dikuasai Iran.

Dalam pernyataan terbarunya, Trump menyatakan militernya mulai memblokade kapal-kapal yang meninggalkan pelabuhan Iran pada Senin waktu setempat. menandai eskalasi baru konflik dengan Teheran.


Dalam pernyataannya di Gedung Putih, Trump menegaskan Iran telah menghubungi Washington untuk membuka kembali negosiasi, namun ia menolak berkompromi.

"Iran tidak akan memiliki senjata nuklir. Kita tidak bisa membiarkan suatu negara mengancam dunia," ujar Trump, seperti dikutip Reuters.

Lalu apa saja perkembangan terbarunya. Berikut rangkuman CNBC Indonesia Selasa (14/4/2026).

1.NATO Tak Akan Ikut Blokade Selat Hormuz

Sekutu dalam aliansi NATO menolak terlibat dalam rencana blokade pelabuhan Iran yang diumumkan Trump. Penolakan ini berpotensi memperuncing ketegangan di dalam aliansi, di tengah konflik yang telah berlangsung enam minggu antara Washington dan Teheran.

Sejumlah negara kunci Eropa, seperti Inggris dan Prancis, menegaskan tidak akan ikut serta dalam blokade. Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer mengatakan pihaknya menolak langkah tersebut.

"Kami tidak mendukung blokade. Keputusan saya sangat jelas bahwa apa pun tekanannya, kami tidak akan terseret ke dalam perang," ujarnya kepada BBC.

Sebagai alternatif, negara-negara NATO tengah menyiapkan inisiatif untuk mengamankan pelayaran di Selat Hormuz setelah konflik mereda. Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte sebelumnya menyebut aliansi dapat berperan jika seluruh 32 anggota menyepakati pembentukan misi bersama.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengungkapkan negaranya akan menggelar konferensi dengan Inggris dan mitra lain guna membentuk misi multinasional. Misi yang sepenuhnya defensif ini, yang berbeda dari pihak-pihak yang bertikai.

2.Hizbullah Minta Lebanon Batalkan Perundingan dengan Israel

Pemimpin Hizbullah Naim Qassem mendesak Lebanon untuk membatalkan pertemuan yang direncanakan dengan Israel di Washington, AS. Ini mengulangi penolakan kelompoknya terhadap negosiasi langsung dengan Israel.

"Kami menyerukan sikap bersejarah dan heroik dengan membatalkan pertemuan negosiasi ini," kata Qassem, yang kelompoknya yang didukung Iran telah berperang dengan Israel sejak 2 Maret, dalam pidato yang disiarkan televisi.

Duta Besar Lebanon dan Israel untuk AS sendiri dijadwalkan bertemu pada hari Selasa. Trump menjadi mediator keduanya.

3.Pasar Energi Suram

April bisa menjadi bulan yang lebih sulit daripada Maret untuk pasar energi dan ekonomi. Hal ini dikatakan Kepala Badan Energi Internasional Fatih Birol.

Menurutnya sebenarnya selama Maret, warga dunia masih menyaksikan pengiriman kargo yang dimuat sebelum krisis di Timur Tengah. Tetapi selama bulan April, tegasnya, tidak ada yang dimuat.

"Semakin lama gangguan berlangsung, semakin parah masalahnya," katanya kepada wartawan setelah pertemuan di Dana Moneter Internasional di Washington.

4.Trump Klaim 34 Kapal Melewati Selat Hormuz

Tump mengatakan bahwa 34 kapal telah melewati Selat Hormuz kemarin. Tetapi angka tersebut belum dapat dikonfirmasi.

"34 Kapal melewati Selat Hormuz kemarin, yang merupakan jumlah tertinggi sejak penutupan bodoh ini dimulai," Trump memposting di Truth Social miliknya.

5.Trump Tolak Meminta Maaf ke Paus Leo

Trump menolak meminta maaf ke Pemimpin Gereja Katolik di Vatikan. Ia mengatakan dia "tidak perlu meminta maaf" setelah mengkritik seruan Paus Leo XIV untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.

"Paus Leo mengatakan hal-hal yang salah," ujarnya.

"Dia sangat menentang apa yang saya lakukan terkait Iran, dan Anda tidak bisa membiarkan Iran memiliki senjata nuklir," kata Trump.

"Paus sangat lemah dalam hal kejahatan dan hal-hal lainnya."

Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Italia Giorgia Meloni mengecam kritik Trump terhadap Paus Leo. Ia menyebutnya sebagai hal "yang tidak dapat diterima".

6.Trump Klaim Iran Ingin Bernegosiasi Lagi

Trump mengatakan perwakilan Iran telah menelepon untuk membuat kesepakatan perdamaian. Ini setelah pembicaraan di Pakistan berakhir pada akhir pekan tanpa kesepakatan.

"Saya dapat memberi tahu Anda bahwa kami telah dihubungi oleh pihak lain. Mereka ingin membuat kesepakatan. Sangat, sangat ingin," katanya kepada wartawan di luar Ruang Oval, tanpa menyebutkan pejabat mana yang telah menelepon.

7.Israel Serang 150 Target Hizbullah 

Militer Israel menyerang sekitar 150 target Hizbullah di Lebanon selama 24 jam. Ini terjadi di tengah persiapan pembicaraan damai dengan pejabat Lebanon di Washington.

"Dalam 24 jam terakhir, sekitar 150 target organisasi teroris Hizbullah telah diserang di berbagai wilayah di Lebanon selatan," kata militer, menambahkan bahwa target tersebut termasuk "struktur militer, titik peluncuran rudal anti-tank, dan pusat komando teror".

8.AS Ancam Bom Kapal Serang Iran

Trump mengatakan pasukan AS akan menghancurkan setiap "kapal serang cepat" Iran yang mendekati blokade angkatan laut Amerika . Militer AS sendiri memblokir pelabuhan Iran sejak Senin.

"Peringatan: Jika ada kapal-kapal ini yang mendekati BLOKADE kami, mereka akan segera DIHAPUS," katanya di jaringan Truth Social miliknya, menambahkan bahwa sisa angkatan laut Iran telah "dimusnahkan sepenuhnya".

"Militer AS akan menggunakan sistem pembunuhan yang sama yang kita gunakan terhadap para pengedar narkoba di kapal-kapal di laut," kata presiden, merujuk pada serangan udara terhadap kapal-kapal yang diduga mengangkut narkoba di lepas pantai Venezuela.

9.Nasib Gencatan Senjata AS-Iran

Perdana Menteri P(PM) akistan Shehbaz Sharif mengatakan gencatan senjata antara AS dan Iran dalam status "bertahan". Menurutnya upaya sedang dilakukan untuk mencapai kesepakatan setelah pembicaraan akhir pekan gagal.

"Gencatan senjata masih bertahan dan, saat saya berbicara, upaya penuh sedang dilakukan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang belum terselesaikan," kata Sharif dalam rapat kabinet dalam pernyataan singkat yang disiarkan televisi.


(sef/sef) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Serang Lebanon, Iran Ultimatum Pembatalan Gencatan Senjata