MARKET DATA
Update Terkini Perang AS-Iran

14 Perkembangan Gencatan Senjata AS-Iran, Bisa Batal karena Israel

tps/sef,  CNBC Indonesia
09 April 2026 09:45
Ilustrasi bendera Amerika Serikat dan Iran. (iStockphoto/studiocasper)
Foto: Gencatan senjata Amerika Serikat (AS) dan Iran. (iStockphoto/studiocasper)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran diumumkan kemarin. Meski demikian, dalam perkembangan Rabu hingga Kamis (9/4/2026), sejumlah hal menunjukkan "kekhawatiran".

Bahkan, banyak sinyal memberikan gencatan senjata terancam batal. Padahal pembicaraan baru dimulai Jumat 10 April di Islamabad, Pakistan, mediator perdamaian keduanya.

Lalu bagaimana perkembangan terkini? Berikut update CNBC Indonesia, dari beragam sumber:

1.Serangan Besar-besaran Israel ke Lebanon

Israel kembali melancarkan pemboman terhadap ibu kota Lebanon, Beirut, pada hari Rabu. Zionis menargetkan lingkungan perumahan, menurut laporan media pemerintah, setelah serangan serentak lain di kota-kota negara itu.

Ini beberapa jam setelah pengumuman gencatan senjata AS-Iran, yang diminta Teheran termasuk perdamaian di Lebanon. Meski begitu Israel enggan menyanggupi dan terus membombardir negeri itu.

"Serangan musuh menargetkan Tallet al-Khayyat (lingkungan) di Beirut," lapor Kantor Berita Nasional yang dikelola pemerintah, sementara wartawan AFP mendengar ledakan di daerah Hamra di dekatnya.

2.Serangan Israel Tewaskan 182 Orang

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa 182 orang tewas dan 890 orang terluka akibat serangan Israel pada hari Rabu. Ibu kota Beirut dihantam oleh bombardemen paling dahsyat sejak dimulainya perang antara Israel dan Hizbullah.

Menteri Pertahanan Israel mengatakan pihaknya telah melakukan serangan yang menargetkan anggota Hizbullah di seluruh Lebanon. Israel menyebutnya sebagai pukulan terbesar terhadap kelompok tersebut sejak operasi tahun 2024 yang melibatkan bom pager.

3.Hizbullah Janji Balas Dendam

Hizbullah mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka memiliki "hak" untuk membalas gelombang serangan mematikan Israel di seluruh Lebanon. Ini membuat panas lagi situasi di Timur Tengah.

"Kami menegaskan bahwa darah para martir dan yang terluka tidak akan tertumpah sia-sia, dan bahwa pembantaian hari ini, seperti semua tindakan agresi dan kejahatan biadab, menegaskan hak alami dan hukum kami untuk melawan pendudukan dan membalas agresinya," kata gerakan yang didukung Iran itu dalam sebuah pernyataan.

4.Garda Revolusi Iran Memperingatkan AS atas Serangan Israel ke Lebanon

Garda Revolusi Iran memperingatkan pada hari Rabu bahwa mereka akan membalas jika Israel tidak menghentikan serangan terhadap Lebanon setelah serangan mematikan menewaskan puluhan orang sehari setelah gencatan senjata disepakati antara AS dan Iran. Warning diberikan ke Amerika.

"Kami mengeluarkan peringatan tegas kepada Amerika Serikat, yang melanggar perjanjian, dan kepada sekutu Zionisnya, algojonya: jika agresi terhadap Lebanon tercinta tidak segera berhenti, kami akan memenuhi tugas kami dan memberikan balasan," kata Garda Revolusi dalam sebuah pernyataan yang disiarkan di televisi pemerintah, menggunakan referensi kepada Israel.

Israel sendiri mengatakan gencatan senjata AS-Iran tidak termasuk Lebanon. Lebanon terseret ke dalam perang setelah kelompok Hizbullah yang didukung Iran melancarkan serangan terhadap Israel.

5.Trump Bahas Lebanon dengan Netanyahu

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan akan terus membahas dengan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu gagasan untuk memasukkan Lebanon dalam kesepakatan gencatan senjata perang Iran. Hal ini dikatakan juru bicaranya pada hari Rabu waktu AS.

"Ini akan terus dibahas, saya yakin, antara presiden dan Perdana Menteri (Benjamin) Netanyahu, Amerika Serikat dan Israel dan semua pihak yang terlibat," kata Sekretaris Pers Karoline Leavitt kepada wartawan.

6.Iran Sebut Pembicaraan Gencatan Senjata AS 'Tak Masuk Akal' karena Lebanon, Hormuz & Nuklir

Ketua Parlemen Iran mengatakan pada hari Rabu bahwa gencatan senjata dan pembicaraan dengan Amerika Serikat "tidak masuk akal" karena pelanggaran rencana gencatan senjata 10 poin Teheran. Ini bukan hanya terkait serangan berkelanjutan di Lebanon, tapi juga masuknya sebuah drone di wilayah udara Iran dan penolakan AS pada hak negara tersebut untuk melakukan pengayaan uranium.

"Ketidakpercayaan historis yang mendalam yang kami miliki terhadap Amerika Serikat berasal dari pelanggaran berulang terhadap semua bentuk komitmen, sebuah pola yang sayangnya telah terulang sekali lagi," kata Mohammad Bagher Ghalibaf dalam sebuah pernyataan yang diposting di X, dengan menyebutkan tiga pelanggaran terhadap proposal Iran.

"Sekarang, 'landasan yang dapat digunakan untuk bernegosiasi' telah dilanggar secara terang-terangan dan jelas, bahkan sebelum negosiasi dimulai. Dalam situasi seperti itu, gencatan senjata bilateral atau negosiasi tidaklah masuk akal," ujarnya.

7.Netanyahu Sebut Israel Siap Perang Lagi Lawan Iran

PM Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Rabu bahwa Israel tetap siap untuk menghadapi Iran jika perlu. meskipun gencatan senjata baru terucap oleh AS dan Iran.

"Izinkan saya memperjelas: Kami masih memiliki tujuan yang harus diselesaikan, dan kami akan mencapainya, baik melalui kesepakatan atau melalui pertempuran yang diperbarui," kata Netanyahu dalam pernyataan yang disiarkan televisi.

"Kami siap untuk kembali berperang kapan saja diperlukan. Jari kami tetap di pelatuk. Ini bukan akhir dari kampanye, tetapi langkah menuju pencapaian semua tujuan kami," ujarnya.

"Iran memasuki jeda ini dalam keadaan babak belur, lebih lemah dari sebelumnya."

Netanyahu juga membalas kritik dari para pemimpin oposisi. Sebelumnya oposisi mengecamnya karena menyetujui gencatan senjata sebelum Israel mencapai tujuannya dalam perang.

"Seperti yang Anda ketahui, tadi malam gencatan senjata sementara selama dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran mulai berlaku, sepenuhnya berkoordinasi dengan Israel," kata Netanyahu dalam pernyataan yang disiarkan televisi.

"Tidak, kami tidak terkejut pada saat-saat terakhir," katanya.

Dalam pernyataan yang disiarkan televisi, Netanyahu mencantumkan pencapaian perang tersebut. Netanyahu juga memuji kerja sama Israel dengan Amerika Serikat dalam perang tersebut.

"Kami tidak hanya menghancurkan rudal yang ada, tetapi juga pabrik-pabrik yang memproduksinya. Iran sekarang menembakkan apa yang tersisa di persediaannya dan persediaan itu terus berkurang," katanya.

"Kami telah merusak program nuklir Iran secara parah, menghancurkan infrastruktur penting dan fasilitas sentrifuga," tambahnya menambahkan bahwa Israel akan memastikan uranium yang diperkaya dikeluarkan dari Iran.

"Kami telah melumpuhkan jaringan keuangan dan produksi senjata Garda Revolusi," jelasnya lagi menambahkan bahwa kampanye tersebut juga telah menghantam pabrik baja Iran, kompleks petrokimia, dan infrastruktur transportasi.

"Kami telah memberikan pukulan berat pada aparat penindasan rezim. Kami telah melenyapkan ribuan agennya dan menunjukkan bahwa kami dapat menjangkau mereka di mana saja," klaimnya.

"Bersama-sama, kami meluncurkan operasi bersejarah-yang terbesar yang pernah dilihat Timur Tengah. Kemitraan antara Israel dan Amerika Serikat melawan musuh terbesar kita ini juga belum pernah terjadi sebelumnya."

8.Turki Kutuk Serangan Israel ke Lebanon

Turki "mengutuk keras" serangan Israel yang terus berlanjut di Lebanon, yang menurut Israel dan AS tidak tercakup dalam gencatan senjata AS-Iran. Hal ini dikatakan kementerian luar negeri dalam sebuah pernyataan pada Rabu malam.

"Kami mengutuk keras serangan Israel yang telah meningkat terhadap Lebanon, menyebabkan banyak korban jiwa," kata pernyataan dari Turki, pemain kunci di kawasan ini.

"Serangan-serangan ini memperburuk situasi kemanusiaan di negara tersebut," kata kementerian itu.

"Masyarakat internasional harus segera bertindak untuk mengakhiri pendudukan Israel di Lebanon dan melindungi warga sipil," tambah pernyataan itu.

9.Presiden Iran: Gencatan Senjata Lebanon Syarat Utama Akhiri Perang

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa gencatan senjata di Lebanon adalah salah satu syarat utama dari rencana 10 poin Republik Islam untuk mengakhiri perang di Timur Tengah, lapor kantor berita ISNA pada hari Rabu. Pezeshkian mengatakan kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam sebuah panggilan telepon.

"Penerimaan gencatan senjata oleh Teheran adalah tanda yang jelas dari tanggung jawab Iran dan kemauan serius untuk menyelesaikan konflik melalui diplomasi", kata ISNA.

"Penetapan gencatan senjata di Lebanon telah menjadi salah satu syarat utama dari rencana 10 poin Iran," ujarnya.

10.Lebanon Umumkan Hari Berkabung Nasional

PM Lebanon Nawaf Salam menyatakan hari Kamis sebagai hari berkabung nasional setelah serangan Israel mengguncang negara itu dan menewaskan lebih dari 100 orang, menurut data sementara dari Kementerian Kesehatan.

Dalam sebuah pernyataan, kantor perdana menteri mengatakan hari Kamis akan menjadi "hari berkabung nasional untuk para martir dan korban luka dari serangan Israel yang menargetkan ratusan warga sipil yang tidak bersalah dan tidak berdaya", memerintahkan penutupan administrasi publik dan penurunan bendera.

Kantor Salam mengatakan dia terlibat dalam upaya diplomatik "untuk memobilisasi semua sumber daya politik dan diplomatik Lebanon untuk menghentikan mesin pembunuh Israel".

11.Presiden Prancis Macron Desak AS Setuju Gencatan Senjata Lebanon

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa ia mendesak rekan-rekannya dari AS dan Iran, Donald Trump dan Masoud Pezeshkian, untuk memasukkan Lebanon dalam gencatan senjata yang dicapai dengan Iran. Israel mengumumkan pada hari Rabu bahwa mereka tidak menganggap Lebanon tercakup dalam gencatan senjata Iran-AS yang diumumkan semalam.

"Saya menyatakan harapan saya bahwa gencatan senjata akan sepenuhnya dihormati oleh masing-masing pihak yang bertikai, di semua area konfrontasi, termasuk di Lebanon," tulis Macron di X setelah berbicara dengan kedua pemimpin tersebut.

Ia mengatakan bahwa itu adalah "syarat yang diperlukan agar gencatan senjata dapat dipercaya dan langgeng". Ia menambahkan bahwa hal itu harus membuka jalan bagi negosiasi komprehensif untuk memastikan "keamanan bagi semua di Timur Tengah".

"Setiap kesepakatan harus membahas kekhawatiran yang ditimbulkan oleh program nuklir dan rudal balistik Iran, serta kebijakan regionalnya dan tindakannya yang menghalangi navigasi melalui Selat Hormuz," tegasnya.

Macron adalah pemimpin Barat pertama yang berbicara dengan presiden Iran sejak pengumuman gencatan senjata. Ia juga mengatakan Prancis akan "memainkan peran penuhnya, dalam koordinasi erat dengan para mitranya" di kawasan tersebut.

12.PBB Ngamuk

Kepala hak asasi manusia PBB dan Komite Internasional Palang Merah (ICRC) menyuarakan kemarahan atas serangan Israel terhadap Lebanon. Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Volker Turk, bahkan mengatakan skala pembunuhan dan kehancuran di Lebanon hari ini sungguh mengerikan.

"Pembantaian seperti itu, hanya beberapa jam setelah menyetujui gencatan senjata dengan Iran, sungguh sulit dipercaya," ujarnya.

13.AS: Gencatan Senjata Tergantung Selat Hormuz

Gencatan senjata yang rapuh antara AS dan Iran kini bergantung sepenuhnya pada pembukaan Selat Hormuz bagi kapal-kapal tanpa batasan, termasuk kewajiban membayar biaya tol. Hal tersebut ditegaskan oleh Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt.

Mengutip CNBC International,Trump menginginkan jalur perairan tersebut, yang secara efektif telah diblokade oleh Iran selama perang, dibuka kembali segera tanpa batasan apa pun. Pernyataan ini disampaikan Leavitt dalam sebuah pengarahan pers menanggapi rencana Iran yang dilaporkan akan mengenakan biaya bagi kapal yang melintas di rute pengiriman minyak vital tersebut.

"Bahasa lugas Presiden Trump yang menuntut pembukaan kembali selat dengan segera harus dipahami secara apa adanya," kata Leavitt.

Kantor berita negara Iran, Fars, melaporkan pada awal Rabu bahwa lalu lintas kapal tanker minyak melalui selat tersebut telah dihentikan menyusul serangan Israel ke Lebanon yang mengguncang gencatan senjata yang baru berjalan beberapa jam. Namun, Leavitt menyebut laporan tersebut sebagai informasi palsu.

"Ini adalah kasus di mana apa yang mereka katakan di depan publik berbeda dengan apa yang terjadi secara tertutup. Kami telah melihat peningkatan lalu lintas di selat hari ini, dan saya akan menegaskan kembali harapan serta tuntutan presiden agar Selat Hormuz dibuka kembali dengan segera, cepat, dan aman," tegas Leavitt.

Setidaknya dua kapal telah melewati selat tersebut dalam beberapa jam sejak Iran dan AS mencapai kesepakatan gencatan senjata dua minggu pada Selasa malam, menurut layanan pelacakan kapal MarineTraffic pada Rabu pagi. Meski demikian, kapal-kapal tersebut digambarkan sebagai pengangkut curah yang membawa kargo kering, bukan minyak.

Para pakar dan profesional industri mengatakan bahwa secara keseluruhan lalu lintas melalui jalur air vital itu belum meningkat melampaui aliran kecil yang dialami sepanjang perang.

14.Hizbullah Tembak Roket

Kelompok militan yang didukung Iran, Hizbullah, mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka telah menembakkan roket ke arah Israel sebagai tanggapan atas "pelanggaran" gencatan senjata AS-Iran.

Hal ini terjadi sehari setelah kelompok Lebanon tersebut mengatakan bahwa mereka memiliki "hak" untuk menanggapi gelombang serangan mematikan Israel di seluruh Lebanon.

"Sebagai tanggapan atas pelanggaran perjanjian gencatan senjata oleh musuh, Hizbullah menargetkan kibbutz Israel di Manara dekat perbatasan dengan Lebanon dengan rentetan roket pada Kamis pagi," kata Hizbullah dalam sebuah pernyataan.

(sef) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Israel 'Kumat' Lagi! Serang Negara Arab Ini-Bubarkan Gencatan Senjata


Most Popular
Features