RI Mau Beli Minyak Rusia, Aman dari Disanksi AS? Ini Jawaban Airlangga

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Senin, 13/04/2026 19:25 WIB
Foto: Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto saat mengikuti Sidang Kabinet Paripurna, Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026). (Tangkapan Layar Youtube/ Sekretariat Presiden)

‎Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto buka suara terkait pembelian minyak mentah dari Rusia.

‎Utamanya terkait dengan gangguan atau ancaman lanjutan dari pihak Amerika Serikat yang telah bernegosiasi dengan Indonesia untuk urusan minyak mentah.


‎"Nanti kita tunggu perkembangan selanjutnya," kata Airlangga saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Senin (13/4/2026).

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto didampingi oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pergi ke Rusia pada tengah malam Minggu (12/4/2026).

‎Presiden Prabowo bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari ini, Senin malam (13/4/2026).

‎Kunjungan kerja Presiden yang turut didampingi Menteri ESDM ini karena sejalan dengan tujuan Presiden untuk mengamankan pasokan minyak di dalam negeri, terutama di tengah krisis pasokan minyak dunia akibat gejolak di Timur Tengah.

‎Agenda utama pertemuan tersebut difokuskan pada upaya memastikan stabilitas pasokan minyak nasional di tengah perubahan lanskap energi dunia yang memengaruhi keseimbangan pasokan dan permintaan.

‎Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa pembahasan mengenai ketersediaan minyak menjadi prioritas dalam diplomasi energi kali ini guna menghadapi dinamika geopolitik global.

‎"Melanjutkan kerja sama dengan pemerintah Rusia dan memastikan pasokan energi nasional yang stabil, termasuk ketersediaan minyak," katanya.

‎Seperti diketahui, perang antara Iran dengan Amerika Serikat serta Israel memengaruhi kondisi energi dunia. Iran yang berani memblokade Selat Hormuz membuat dunia khawatir akan ketersediaan pasokan minyak mentah dunia.

‎Pasalnya, 20% lalu lintas kapal minyak dunia melalui Selat Hormuz. Meskipun kapal angkut yang membawa pasokan minyak Indonesia tidak banyak melewati selat Hormuz, namun ketidakpastian kapan perang berhenti harus membuat Indonesia bersiap dalam ketahanan energi, terutama pasokan emas hitam itu.


(rob/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Pasokan Energi Terganggu, Koordinasi Jepang-RI Makin Erat