MARKET DATA
Internasional

Semua Berburu Minyak Rusia, Jepang Akhirnya Terima Kiriman Pertama

luc,  CNBC Indonesia
05 May 2026 11:20
A visitor waves Japanese flags while waiting to see Japan's Emperor Naruhito's New Year public appearance with his imperial families at Imperial Palace in Tokyo Thursday, Jan. 2, 2020, in Tokyo. (AP Photo/Eugene Hoshiko)
Foto: Jepang (AP/Eugene Hoshiko)

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah tekanan besar terhadap pasokan energi global akibat konflik di Timur Tengah, Jepang mulai mengambil langkah konkret untuk mengamankan kebutuhan energinya dengan menerima kiriman minyak dari Rusia untuk pertama kalinya sejak penutupan Selat Hormuz.

TV Tokyo, harian Asahi Shimbun, dan media lainnya dengan mengutip pejabat anonim dari perusahaan distributor Taiyo Oil, Selasa (5/5/2026), menyebutkan sebuah kapal tanker yang membawa minyak mentah hasil proyek pengembangan gas alam Sakhalin-2 telah tiba di pesisir Imabari, Jepang barat.

Langkah ini terjadi setelah pasokan minyak global terganggu akibat penutupan Selat Hormuz di awal perang Iran, yang selama ini menjadi jalur penting distribusi energi dunia.

Jepang, yang selama ini bergantung hingga sekitar 95% pada impor minyak dari Timur Tengah, berupaya mendiversifikasi sumber energinya sejak perang pecah pada 28 Februari, ketika Teheran secara efektif menutup jalur tersebut.

Proyek Sakhalin-2 di wilayah Sakhalin, Rusia, menjadi salah satu alternatif karena tidak termasuk dalam sanksi ekonomi global terhadap Moskow yang diberlakukan setelah invasi ke Ukraina pada 2022. Dengan demikian, Jepang masih dapat mengakses sumber energi dari proyek tersebut.

Menurut laporan, Taiyo Oil menerima permintaan dari kementerian ekonomi Jepang untuk menerima pengiriman minyak tersebut sebagai bagian dari strategi pengamanan pasokan energi nasional.

Minyak mentah itu selanjutnya diperkirakan akan diproses di kilang menjadi berbagai produk, termasuk bensin, nafta, yang digunakan untuk memproduksi berbagai barang mulai dari plastik, serat kimia hingga cat, serta produk minyak lainnya.

Dilansir AFP, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menegaskan bahwa tekanan terhadap pasokan minyak global telah memberikan dampak besar bagi kawasan Asia-Pasifik. Berbicara di Canberra setelah bertemu dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, ia menyebut situasi ini sebagai pukulan berat.

Ia mengatakan krisis pasokan minyak global memberikan "dampak yang sangat besar" terhadap kawasan Asia-Pasifik, dan menambahkan bahwa Jepang bersama Australia akan merespons secara cepat untuk memastikan pasokan energi tetap stabil.

Sekitar seperlima pasokan minyak dunia biasanya melewati Selat Hormuz, sehingga penutupannya mendorong lonjakan harga komoditas tersebut secara signifikan.

Takaichi sebelumnya juga menyatakan bahwa Jepang diperkirakan masih memiliki cukup produk kimia berbasis nafta hingga akhir tahun, setelah meningkatkan impor dari luar kawasan Timur Tengah.

 

(luc/luc) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Perang Picu Krisis Energi, AS Restui India Borong Minyak Rusia


Most Popular
Features