Video: Berebut Pasar Kosmetik Lokal, Pabrik Maklon Punya Jurus Ini
Jakarta, CNBC Indonesia- Pertumbuhan Industri kosmetik dan perawatan pribadi (beauty and personal care) disebut BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) memiliki prospek untuk tumbuh hingga Rp 158 Triliun pada tahun 2026. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perawatan kulit dan kecantikan hingga tren kosmetik halal.
Chief Strategic Officer Nose Herbal Indo, HF. Kim optimistis terhadap prospek pertumbuhan industri kosmetik Indonesia dan menilai proyeksi BPOM masih solid dan sustainable.
Keyakinan ini didorong dengan tren pertumbuhan double digit per tahun yang masih terjaga, selain itu pertumbuhan masyarakat kelas menengah menjadi penopang permintaan kosmetik serta dukungan pemerintah terhadap industri kosmetik.
Saat ini penggunaan kosmetik sudah menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat Indonesia menjadikan industri terkait masih sangat berkelanjutan. Namun produsen kosmetik harus mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen agar dapat menghadapi persaingan ketat di industri ini.
Menjawab kebutuhan industri kosmetik, PT Nose Herbalindo sebagai perusahaan maklon kosmetik dan skincare fokus untuk mengembangkan produk kosmetik yang dapat bersaing di pasar dalam jangka panjang.
Seperti apa persaingan industri kosmetik RIK? Selengkapnya simak dialog Shafinaz Nachiar dengan Chief Strategic Officer Nose Herbal Indo, HF. Kim dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Kamis, 09/04/2026)