Viral Motor Listrik SPPG MBG, Begini Respons Purbaya
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara ihwal viralnya informasi pengadaan sepeda motor listrik untuk operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berstiker Badan Gizi Nasional (BGN).
Purbaya mengakui, pada tahun lalu memang ada pengajuan anggaran untuk pembelian motor operasional dari BGN, termasuk untuk komputer. Namun, ia menekankan, anggaran itu pada tahun lalu telah ditolak oleh Kementerian Keuangan.
"Setahu saya tahun lalu pernah diajukan juga untuk motor dan komputer, kalau enggak salah ditolak," kata Purbaaya di kantornya, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Namun, khusus untuk pengadaan tahun ini, ia belum bisa memastikan apakah menjadi disetujui atau tetap ditolak. Menurutnya, seharusnya untuk tahun ini juga ditolak karena adanya prinsip efisiensi anggaran.
"Yang tahun ini saya enggak tahu. Saya akan double check lagi, harusnya sama treatmentnya," tegas Purbaya.
Ia menekankan, sebetulnya bukan tidak boleh BGN membelikan motor operasional baru untuk SPPG. Namun, ia menganggap, lebih penting bagi SPPG untuk mengoptimalkan anggaran makanan di program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Harusnya, utamanya, untuk makanan. Kalau yang pebisnisnya kan sudah untung cukup, dia bisa dari sana harusnya. Tapi saya akan double check lagi," kata Purbaya.
Terkait ini, Kepala BGN Dadan Hindayana, juga sudah menjelaskan bahwa pengadaan motor tersebut merupakan bagian dari perencanaan anggaran 2025.
Motor ditujukan untuk mendukung operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG," ujar Dadan, Selasa (7/4/2026).
Meski demikian, Dadan memastikan bahwa motor tersebut hingga saat ini belum didistribusikan kepada pihak terkait. Menurutnya, kendaraan yang telah tersedia masih harus melalui proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum dapat digunakan.
"Motor tersebut belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai BMN sebelum didistribusikan," jelasnya menyebut lagi proses realisasi pengadaan motor secara bertahap dimulai pada Desember 2025.
Sementara itu, terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai jumlah pengadaan mencapai 70.000 unit, Dadan pun menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar atau hoaks. Dadan berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, serta dapat memahami bahwa pengadaan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan kelancaran pelaksanaan Program MBG di seluruh Indonesia.
"Informasi 70.000 unit itu tidak benar," tegasnya.
"Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025," sebut Dadan.
(arj/haa) [Gambas:Video CNBC]