Heboh Motor Listrik MBG, Bos BGN Buka Suara
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Gizi Nasional (BGN) buka suara terkait viralnya video sepeda motor berlogo BGN di media sosial. Lembaga ini menegaskan pengadaan kendaraan tersebut bukan program baru, melainkan bagian dari perencanaan anggaran sebelumnya.
Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan, motor listrik itu sudah dirancang dalam anggaran 2025 untuk mendukung operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Pengadaan motor listrik ini sudah direncanakan dalam anggaran tahun 2025 sebagai bagian dari dukungan operasional Program MBG, khususnya untuk menunjang mobilitas Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi," kata Dadan dalam keterangannya, dikutip Kamis (9/4/2026).
Ia mengatakan, meskipun masuk dalam anggaran 2025, realisasi pengadaan baru terjadi pada 2026 karena mengikuti mekanisme administrasi dan keuangan pemerintah.
"Pada akhir tahun 2025, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) telah mengajukan SPM sehingga anggarannya masuk dalam RPATA atau Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran. Mekanisme ini sesuai PMK 84 Tahun 2025, di mana pembayaran dilakukan dalam dua tahap: termin 1 atas terselesaikannya 60% unit dan termin 2 untuk penyelesaian hingga 100% unit," jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, pengadaan tidak sepenuhnya terealisasi sesuai rencana awal. Hingga batas akhir pada 20 Maret 2026, penyedia hanya mampu memenuhi sebagian kontrak.
"Hingga akhir masa pemberian kesempatan pada 20 Maret 2026, penyedia hanya sanggup menyelesaikan 85,01% atau sebanyak 21.801 unit dari 25.644 unit yang dikontrakkan. Sisa dana yang telah ditampung dikembalikan ke kas negara dengan penihilan RPATA bersamaan dengan pembayaran tahap 2," ujar dia.
Secara total, realisasi pengadaan mencapai 21.801 unit dari target awal 25.644 unit. BGN juga meluruskan informasi yang beredar soal jumlah kendaraan.
Dadan pun menegaskan kabar yang menyebut jumlah motor mencapai 70.000 unit tidak benar.
Selain itu, BGN menekankan penggunaan produk dalam negeri dalam pengadaan tersebut. Motor listrik yang dibeli memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 48,5 persen dan diproduksi di Citeureup, Jawa Barat.
"Ini adalah bagian dari upaya kami untuk tidak hanya mendukung operasional program, tetapi juga mendorong industri nasional melalui penggunaan produk dalam negeri dengan TKDN yang signifikan," kata Dadan.
Saat ini, seluruh unit motor masih dalam tahap penyelesaian administrasi sebelum digunakan. Kendaraan tersebut akan dicatat sebagai Barang Milik Negara (BMN) dan didistribusikan secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan.
"Motor listrik ini belum didistribusikan. Kami memastikan seluruh proses administrasi, termasuk pencatatan sebagai BMN, diselesaikan terlebih dahulu agar penggunaannya tertib, transparan, dan akuntabel," tegasnya.
Sebelumnya, sebuah video sebelumnya viral dengan menunjukkan deretan motor listrik berada di sebuah gudang besar. Pembuat konten mengatakan jumlah motor ada 70 ribu dan dialokasikan untuk SPPG di wilayah Jawa Barat.
"Ini yang saya spill semua motor ada 70 ribu motor untuk wilayah Provinsi Jawa Barat doang, nah kira-kira semua karyawannya atau kepala dapur SPPG-nya saya kurang paham, saya nggak berani nyebarin berita hoax, tapi yang jelas ini untuk Provinsi Jawa Barat doang, ada 70 ribu unit motor," ucap pembuat konten itu, dikutip dari detikNews.
Terlihat juga momen ketika belasan motor itu di atas truk. Motor itu ditempeli stiker bertulis 'Badan Gizi Nasional Republik Indonesia'.
(wur) [Gambas:Video CNBC]