MARKET DATA

Hitungan Airlangga: WFH ASN Hemat APBN Rp6,2 T & Konsumsi BBM Rp59 T

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
06 April 2026 11:11
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto saat mengikuti Sidang Kabinet Paripurna, Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026). (Tangkapan Layar Youtube/ Sekretariat Presiden)
Foto: Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto saat mengikuti Sidang Kabinet Paripurna, Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026). (Tangkapan Layar Youtube/ Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah terus memperkuat pengelolaan keuangan negara melalui langkah strategis berupa prioritisasi dan refocusing serta efisiensi belanja kementerian dan lembaga. Salah satu langkahnya adalah dengan kebijakan transformasi budaya terkait kerja nasional dan kebijakan energi.

Terkait budaya kerja, pemerintah memutuskan memberlakukan work from home atau WFH satu kali dalam sepekan untuk ASN, yakni hari Jumat, untuk mengantisipasi dampak rambatan konflik di Timur Tengah, kebijakan ini berlaku mulai 1 April 2026.

Pemerintah juga mengeluarkan aturan teknis terkait kebijakan bekerja dari rumah (WFH) satu hari seminggu bagi sektor-sektor tertentu. Selain itu, pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk melakukan penghematan BBM dengan memberlakukan WFH bagi pegawai swasta dan menggunakan transportasi umum bagi seluruh masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menghitung kebijakan WFH dapat memberikan penghematan kepada APBN senilai Rp6,2 triliun dan hemat BBM hingga Rp59 triliun.

"Potensi penghematan ke APBN Rp6,2 triliun berupa penghematan kompensasi BBM sementara total pembelanjaan BBM masyarakat dihemat Rp59 triliun," kata Airlangga saat konferensi pers secara daring, dikutip Senin (6/4/2026).

Dia menegaskan kebijakan ini diarahkan untuk meningkatkan efektivitas belanja negara agar lebih produktif dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

"Pengalihan anggaran dilakukan dari belanja yang kurang prioritas seperti perjalanan dinas, rapat, belanja non-operasional, dan kegiatan seremonial. Ini menuju belanja yang lebih produktif dan berdampak langsung kepada masyarakat termasuk rehabilitasi dan rekonstruksi bencana Sumatra," ujar Airlangga.

Refocusing APBN

Lebih lanjut, Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah juga terus mendorong percepatan realisasi belanja kementerian dan lembaga, disertai penajaman melalui optimalisasi penggunaan anggaran.

"Potensi prioritisasi dan refocusing anggaran kementerian dan lembaga ini dalam range Rp121,2 triliun hingga Rp130,2 triliun," imbuh Airlangga.

Dalam kesempatan tersebut, Airlangga juga menyampaikan bahwa pemerintah turut mengoptimalkan pelaksanaan program makan bergizi gratis sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Program ini diarahkan pada penyediaan makanan segar selama lima hari dalam satu minggu.

"Program ini diarahkan untuk penyediaan makanan segar selama 5 hari dalam seminggu dan tetap memperhatikan pengecualian seperti untuk asrama, daerah 3T, dan daerah yang dengan tingkat stunting tinggi," ungkap Airlangga.

Airlangga menjelaskan bahwa kebijakan efisiensi ini diproyeksikan menghasilkan potensi penghematan hingga Rp20 triliun. Pemerintah terus memastikan setiap kebijakan yang diambil mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional di tengah dinamika global.

"Keseluruhan kebijakan ini merupakan bagian dari transformasi struktural menuju ekonomi yang lebih efisien, produktif, dan berdaya tahan," pungkas Airlangga.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article WFH Satu Hari Tiap Jumat, Begini Hitungan Purbaya ke Ekonomi


Most Popular
Features