Gempa Dahsyat Magnitudo 7,6 Guncang Sulut, Badan Geologi RI Buka Suara

Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
Kamis, 02/04/2026 14:55 WIB
Foto: Gempa bumi magnitudo 7,6 di perairan Bitung, Sulawesi Utara dan Maluku Utara, Kamis (2/4/2026) pagi. (AFP/TONNY RARUNG)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka suara mengenai gempa bumi magnitudo 7,6 di Sulawesi Utara (Sulut). Adapun gempa terasa hingga Ternate, Manado, Gorontalo, Bone Bolango, dan Gorontalo Utara.

Pelaksana Tugas (Plt) Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria mengungkapkan pada 2 April 2026 pukul 05.48.14 WIB telah terjadi gempa bumi di perairan Laut Maluku, dengan pusat gempa di 1,21? LU-126,25? BT.

"Berdasarkan informasi BMKG, gempa ini memiliki magnitudo M7,3 pada kedalaman 18 km. Guncangannya terekam di Pos PGA Dukono dan Ambang pada skala III MMI, Karangetang pada skala III-IV MMI, serta Tangkoko dan Mahawu pada skala IV-V MMI," ujar Lana dalam keterangan tertulis, Kamis (2/4/2026).


Ia menjelaskan, setelah gempa utama, terjadi gempa susulan pada pukul 06.07.23 WIB di koordinat 1,15? LU-126,47? BT dengan magnitudo M5,5 dan kedalaman 10 km. Beberapa menit kemudian, tepatnya pukul 06.12.34 WIB, gempa susulan kembali terjadi di koordinat 1,23? LU-126,33? BT dengan magnitudo M5,2 dan kedalaman 27 km. Menurutnya, jumlah gempa susulan masih berpotensi bertambah.

Lana menegaskan gempa ini menimbulkan tsunami di Bitung setinggi 20 cm, Gita setinggi 24 cm, Minahasa Utara 75 cm, Belang setinggi 68 cm, Bumbulan setinggi 13 cm, Halmahera Barat setinggi 30 cm dan Sidangoli setinggi 35 cm.

Hingga laporan ini disampaikan, telah dilaporkan adanya kerusakan bangunan serta korban meninggal dunia dan korban luka. Oleh sebab itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan petugas BPBD setempat, serta terus memantau informasi resmi.

Masyarakat juga diminta mewaspadai kemungkinan gempa susulan dan untuk sementara menjauhi area pantai hingga dinyatakan aman oleh BPBD.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video:Korsel Tambah Anggaran USD 17 M Imbas Krisis Energi Timur Tengah