Drone Serang Bandara Internasional Kuwait, Tangki BBM Terbakar Hebat
Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas penerbangan sipil Kuwait melaporkan Bandara Internasional Kuwait menjadi sasaran serangan drone pada Rabu (1/4/2026) waktu setempat. Insiden ini memicu kebakaran besar di fasilitas penyimpanan bahan bakar.
Juru bicara Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil Kuwait, Abdullah Al-Rajhi, mengatakan serangan tersebut dilancarkan oleh Iran dan kelompok bersenjata yang didukungnya.
"Bandara Internasional Kuwait telah menjadi sasaran serangan terang-terangan oleh drone yang diluncurkan oleh Iran dan faksi-faksi bersenjata yang didukungnya," ujar Al-Rajhi, seperti dikutip Kantor Berita Kuwait (KUNA).
Ia menambahkan, target serangan adalah tangki penyimpanan bahan bakar yang kemudian terbakar hebat. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
"Tangki penyimpanan bahan bakar menjadi sasaran, mengakibatkan kebakaran besar di lokasi tersebut," katanya.
Pada hari yang sama, Kementerian Dalam Negeri Bahrain melaporkan kebakaran di sebuah fasilitas bisnis akibat "agresi Iran". Sementara itu, Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan pihaknya berhasil mencegat dan menghancurkan sejumlah drone.
Insiden lain juga terjadi di perairan Qatar. Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan sebuah kapal tanker terkena proyektil tak dikenal sekitar 17 mil laut atau 31 kilometer di utara Doha.
"Kapal tanker terkena proyektil tak dikenal di sisi kiri yang menyebabkan kerusakan pada lambung di atas garis air. Awak kapal dilaporkan selamat," demikian pernyataan UKMTO.
Badan tersebut menambahkan tidak ada dampak lingkungan dari insiden tersebut dan penyelidikan masih berlangsung.
Sebelumnya, pada Selasa, KUNA juga melaporkan kebakaran terjadi pada kapal tanker minyak Kuwait di Pelabuhan Dubai akibat serangan Iran, tanpa menimbulkan korban.
Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk sejak pecahnya konflik yang dipicu serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Sejak saat itu, Teheran dilaporkan melancarkan serangan rudal dan drone ke sejumlah target di Israel dan sekutu AS di kawasan Teluk.
Serangkaian insiden tersebut juga menegaskan meningkatnya risiko keamanan di kawasan Teluk yang kaya minyak, seiring ancaman Iran untuk menargetkan infrastruktur vital, termasuk fasilitas energi, sebagai respons atas serangan AS dan Israel.
(sef/sef) Add
source on Google