MARKET DATA
Internasional

Sikap Trump Berubah Drastis, Perang Iran Bakal Diakhiri-Ini Waktunya

luc,  CNBC Indonesia
01 April 2026 05:38
U.S. President Donald Trump talks to members of the media aboard Air Force One en route to Joint Base Andrews, Maryland, U.S., March 29, 2026. REUTERS/Elizabeth Frantz
Foto: REUTERS/Elizabeth Frantz

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer terhadap Iran bisa dihentikan dalam waktu relatif dekat, menandai indikasi paling jelas sejauh ini bahwa konflik yang telah berlangsung selama sebulan mungkin telah memasuki fase akhir.

"Kami akan segera pergi," ujarnya, Selasa (31/3/2026) waktu setempat. Ia menambahkan bahwa penarikan dapat terjadi "dalam dua minggu, mungkin dua minggu, mungkin tiga."

Pernyataan tersebut menjadi sinyal paling tegas dari Trump bahwa ia berniat mengakhiri perang yang selama satu bulan terakhir telah mengubah peta geopolitik Timur Tengah, mengguncang pasar energi global, serta memengaruhi arah kepresidenannya sebagai kandidat dari Partai Republik.

Trump juga menegaskan bahwa penghentian operasi militer tidak harus bergantung pada tercapainya kesepakatan diplomatik dengan Teheran. Ketika ditanya apakah keberhasilan diplomasi menjadi syarat utama penghentian konflik, ia menjawab tegas.

"Iran tidak harus membuat kesepakatan, tidak," katanya. "Tidak, mereka tidak harus membuat kesepakatan dengan saya."

Sebaliknya, Trump menyatakan bahwa syarat utama bagi Washington untuk mengakhiri kampanye militer adalah melemahkan kemampuan Iran secara signifikan, terutama terkait potensi pengembangan senjata nuklir.

Menurutnya, Iran harus "dimasukkan ke zaman batu," sehingga tidak lagi memiliki kemampuan untuk segera memperoleh senjata nuklir. "Kemudian kami akan pergi," kata Trump.

Sementara itu, nada sedikit berbeda diungkapkan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth yang menyatakan bahwa konflik bisa meningkat tajam jika Teheran tidak menyepakati kesepakatan damai.

"Kami memiliki makin banyak opsi, dan mereka memiliki semakin sedikit. Hanya dalam satu bulan kami menetapkan syarat, beberapa hari ke depan akan menjadi penentu," kata Hegseth di Washington.

"Iran mengetahui itu, dan hampir tidak ada yang bisa mereka lakukan secara militer mengenai hal itu," imbuhnya.

Pernyataan tersebut langsung dibalas oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran yang mengeluarkan ancaman baru terhadap perusahaan-perusahaan AS di kawasan mulai Rabu. Garda Revolusi menyebut 18 bisnis, termasuk Microsoft, Google, Apple, Intel, IBM, Tesla, dan Boeing sebagai target potensial.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan ia menerima pesan langsung dari utusan khusus AS Steve Witkoff, namun menegaskan bahwa itu bukan negosiasi resmi.

Ia mengatakan pesan tersebut mencakup ancaman atau pertukaran pandangan yang disampaikan melalui "teman".

 

(luc/luc) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Trump Terang-terangan Ingin Segera Rudal Iran, Teheran Respons Begini


Most Popular
Features