MARKET DATA

Harga BBM Subsidi Bakal Naik per 1 April? Ini Jawaban Bahlil

Verda Nano Setiawan ,  CNBC Indonesia
31 March 2026 11:26
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan kebijakan terkait harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya subsidi, masih menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto.
Foto: CNN

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara perihal isu adanya kenaikan harga Bahan Baka Minyak (BBM) subsidi pada 1 April 2026 mendatang. Bahlil memastikan bahwa pemerintah tetap memprioritaskan perlindungan masyarakat kecil melalui kebijakan BBM subsidi. Adapun, keputusan final terkait harga BBM subsidi berada di tangan Presiden Prabowo Subianto.

"Insya Allah atas arahan Bapak Presiden, untuk BBM subsidi sampai dengan sekarang saya pikir Bapak Presiden punya hatilah untuk memperhatikan rakyat kecil. Percayalah. Nanti tunggu tanggal mainnya, Bapak Presiden akan memutuskan seperti apa untuk kebaikan rakyat, bangsa dan negara," kata Bahlil dikutip dari akun Instagram @melangkahdaritimur.id, Selasa (31/3/2026).

Di sisi lain, Bahlil menjelaskan bahwa dalam Peraturan Menteri ESDM 2022 terdapat dua skema harga BBM, yakni untuk sektor industri dan non industri.

Adapun, untuk BBM industri seperti RON 95 dan RON 98, harga sepenuhnya mengikuti mekanisme pasar tanpa intervensi pemerintah.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat konferensi pers terkait Pengaturan Kuota BBM Non-Subsidi di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (19/9/2025). (Dok. Biro KLIK Kementerian ESDM)Foto: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat konferensi pers terkait Pengaturan Kuota BBM Non-Subsidi di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (19/9/2025). (Dok. Biro KLIK Kementerian ESDM)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat konferensi pers terkait Pengaturan Kuota BBM Non-Subsidi di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (19/9/2025). (Dok. Biro KLIK Kementerian ESDM)

"Kalau yang industri tanpa diumumkan pun dia terus terjadi berdasarkan harga pasar. Jadi mau diumumkan atau tidak diumumkan dia akan mengikuti harga pasar," kata Bahlil.

Bahlil menambahkan BBM jenis tersebut umumnya dikonsumsi oleh masyarakat mampu, sehingga tidak menjadi prioritas subsidi pemerintah.

"Yang kita fokus itu adalah menyangkut dengan subsidi. Nah tadi saya katakan bahwa subsidi tunggu tanggal mainnya. Insya Allah saya yakinkan bahwa Bapak Presiden dalam membuat kebijakan selalu mempertimbangkan dan memprioritaskan tentang kondisi masyarakat," ujarnya.

(ven/wur) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Simak! Begini Penjelasan Purbaya Soal Stok BBM RI 20 Hari


Most Popular
Features