MARKET DATA
Internasional

Jangan Kaget! PM Thailand Ganti Rolls-Royce Jadi BYD Gegara AS-Iran

tfa,  CNBC Indonesia
30 March 2026 17:00
Anutin Charnvirakul usai terpilih sebagai Perdana Menteri (PM) baru Thailand oleh Mahkamah Konstitusi di Bangkok, Thailand, Jumat (5/9/2025). (REUTERS/Chalinee Thirasupa)
Foto: Perdana Menteri (PM) Thailand Anutin Charnvirakul (REUTERS/Chalinee Thirasupa)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perdana Menteri (PM) Thailand, Anutin Charnvirakul, memutuskan beralih dari mobil mewah Rolls-Royce ke kendaraan listrik produksi BYD. Keputusan tersebut menarik perhatian publik karena mencerminkan perubahan gaya hidup di kalangan elite politik Thailand di tengah perang Amerika Serikat (AS) ke Iran di Timur Tengah yang menyebabkan penutupan Selat Hormuz, rute pelayaran minyak global.

Mengutip Kuaitech, langkah ini dipicu utama kenaikan harga bahan bakar di Thailand. Pada 24 Maret, pemerintah setempat mengumumkan kenaikan harga bahan bakar, di mana rata-rata bensin di Thailand kini mencapai US$1,382 per liter atau Rp23.369 per liter sementara diesel mencapai US$1,010 atau Rp17.079 per liter.

Sebagai respons, Anutin memilih menggunakan kendaraan listrik sepenuhnya dalam aktivitas sehari-harinya. Ia juga mendorong masyarakat untuk mulai beralih ke kendaraan ramah lingkungan.

"Model kendaraan listrik dapat secara signifikan mengurangi biaya bahan bakar sekaligus mencapai emisi nol," ujar Anutin dalam sebuah wawancara, dikutip Senin (30/3/2026).

Ia menambahkan, penggunaan kendaraan listrik tidak hanya lebih hemat energi, tetapi juga memberikan manfaat lingkungan yang besar di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu perubahan iklim. Langkah ini dinilai sebagai sinyal kuat dari pemerintah Thailand dalam mendorong adopsi kendaraan listrik dan mempercepat transisi menuju transportasi hijau.

Laporan sama juga dimuat Thai Enquirer. Secara rinci dikatakan Anutin kini beralih ke BYD Sealion 7.

"Anutin, yang merupakan pencinta mobil dan memiliki koleksi berbagai kendaraan hingga pesawat, hari ini terlihat menggunakan mobil listrik buatan China BYD terbaru menuju Gedung Pemerintahan, markas Perdana Menteri," tulis laman itu mengunggah foto-foto sang PM menggunakan BYD Sealion 7 akhir pekan kemarin.

Thailand masih memiliki stok bahan bakar hingga 100 hari ke depan dengan catatan konflik antara AS-Israel vs Iran segera mereda. Anutin sebelumnya telah mengeluarkan peringatan keras ke para penimbun BBM dan bakal memberikan sanksi berat kalau kedapatan menaikkan harga minyak.

(sef/sef) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article BYD Sudah Produksi 14 Juta Mobil Listrik, Investasi Riset Tertinggi


Most Popular
Features