Krisis Energi Minggir, Tetangga RI Dapat 2,5 Juta Barel Minyak Rusia
Jakarta, CNBC Indonesia - Tetangga RI, Filipina, telah mengamankan hampir 2,5 juta barel minyak mentah Rusia. Ini terungkap dari sebuah pengajuan ke bursa saham, Senin (30/3/2026).
Perlu diketahui, harga bahan bakar di Filipina telah mencapai rekor tertinggi sejak perang AS-Israel dengan Iran menutup sebagian Selat Hormuz. Presiden Filipina Ferdinand Marcos baru-baru ini mengatakan bahwa stok dapat bertahan hingga 30 Juni.
Dalam laporan kepada bursa saham Filipina yang dirilis Senin, perusahaan minyak setempat, Petron ,mengatakan telah setuju untuk membeli minyak mentah Rusia setelah melihat setidaknya empat juta barel pengiriman dibatalkan sejak dimulainya perang Timur Tengah. Laporan AFP sempat mengatakan sebuah kapal tanker berisi minyak mentah Rusia memang dilaporkan telah tiba di pelabuhan untuk melayani operator kilang Petron setelah Amerika Serikat (AS) melonggarkan sanksi minyak Rusia karena perang Moskow di Ukraina.
"Pembelian tersebut dilakukan semata-mata karena kebutuhan yang sangat mendesak sebagai tindakan darurat luar biasa sebagai tanggapan terhadap gangguan geopolitik dan rantai pasokan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan hanya setelah menghabiskan semua alternatif yang layak secara komersial dan operasional," bunyi laporan tersebut.
"Penutupan kilang karena gagal mendapatkan minyak mentah akan menyebabkan kekurangan bahan bakar yang serius di seluruh negeri dan lonjakan harga yang tajam," kata perusahaan tersebut, yang kilangnya menyumbang sekitar 30% dari kebutuhan bahan bakar negara itu.
Sejak perang dimulai harga solar dan bensin telah meroket, memicu protes warga. Dalam update terbaru, harga diperkirakan akan naik lagi pada Selasa besok.
Sebelumnya, AS melonggarkan beberapa pembatasan penjualan minyak mentah Rusia, awal bulan ini. Langkah ini memungkinkan negara-negara untuk membeli minyak yang sudah berada di laut hingga 11 April.
Departemen Energi Filipina pekan lalu mengumumkan kedatangan 142.000 barel solar yang dibeli pemerintah, bagian dari targetnya untuk "hingga dua juta barel pasokan tambahan untuk negara itu". Sekretaris Energi Sharon Garin mengatakan kepada AFP bahwa pengiriman tersebut berasal dari Jepang.
source on Google [Gambas:Video CNBC]