Amran Jamin Beras Aman Meski El Nino Godzilla Landa RI, Ini Alasannya

Martyasari Rizky, CNBC Indonesia
Senin, 30/03/2026 14:15 WIB
Foto: Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman saat konferensi pers di kantor Kementan, Jakarta, Senin (30/3/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah memastikan stok beras nasional tetap surplus meski ancaman El Nino ekstrem atau "Godzilla" diperkirakan melanda mulai April selama enam bulan ke depan. Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menegaskan, kondisi saat ini jauh lebih siap dibandingkan saat El Nino 2023 lalu.

"El Nino Godzilla itu mulai bulan depan, April, diperkirakan itu sampai 6 bulan ya. Insyaallah pangan, khusus sektor pangan itu aman. Kenapa? Dulu tahun 2023 itu ada El Nino juga yang tidak kalah kerasnya, dahsyatnya," kata Amran saat ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (30/3/2026).

Ia menjelaskan, pengalaman menghadapi El Nino sebelumnya menjadi modal penting untuk memperkuat kesiapan, terutama melalui percepatan infrastruktur dan pengelolaan air.


"Kita melakukan pompanisasi, irigasi, oplah (optimalisasi lahan). Nah itu alhamdulillah berhasil, tahun berikutnya kita lakukan akselerasi, jadi infrastruktur untuk menghadapi El Nino sudah jauh lebih baik. Pompanisasi, itu puluhan ribu pompa di lapangan, dan sudah terpasang, irigasi pompa sudah jalan," ujarnya.

Selain itu, optimalisasi lahan rawa (oplah) dan pembangunan irigasi juga terus ditingkatkan.

"Kemudian oplah yang dikatakan oplah adalah rawa yang dulu tanamnya 1 kali bisa menjadi 3 kali, ada 2 kali bisa menjadi 3 kali. Ini juga irigasinya sudah oke, kemudian kementerian PU (Pekerjaan Umum) sudah siap juga 1 juta hektare, tahun ini 1 juta lagi. Target 2 juta hektare irigasi kita beresin, jadi ini persiapan kita sangat bagus," jelas dia.

Dari sisi cadangan, Amran menyebut stok beras saat ini berada pada level tertinggi.

"Stok hari ini tertinggi, yaitu 4,3 juta ton. Di Bulog bulan depan (Cadangan Beras Pemerintah/CBP) diperkirakan 5 juta ton lebih, berarti aman," kata Amran.

Secara total cadangan beras nasional, lanjutnya, termasuk stok Bulog, Horeka (Hotel Restoran dan Katering), serta standing crop, diperkirakan mencapai sekitar 27 juta ton atau cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 10 bulan ke depan.

"Jadi pertama stok Bulog, stok di Horeka 12,5 juta ton, kemudian standing crop kalau tidak salah 11 juta ton. Nah, totalnya jadi 27an juta ton. Kalau kita bagi, itu bisa 10 bulan ke depan," ujarnya.

Bahkan, saat puncak El Nino sekalipun, produksi masih diproyeksikan tetap berjalan.

"Ditambah produksi terendah nanti kalau terjadi kekeringan itu 2 juta ton. Di saat musim kemarau El Nino Godzilla dan seterusnya itu produksi 12 juta ton. Jadi berarti bisa untuk 15 bulan (pasokan beras nasional), sampai Maret (tahun 2027)," terang dia.

Dengan kondisi tersebut, Amran memastikan stabilitas harga pangan tetap terjaga di tingkat konsumen.

"Harga InsyaAllah stabil," tegasnya.

Terkait potensi gangguan kalender tanam, ia mengakui ada risiko, namun relatif kecil karena dukungan infrastruktur yang sudah memadai.

"Ya ada potensi berantakan, tapi ada potensi tidak berantakan. Potensi itu berantakan mungkin ya hanya 2-5 persen. Potensi berhasilnya 90 persen. Kenapa? Infrastruktur sudah jadi," ucap Amran.

Ia juga menegaskan, dampak El Nino kali ini tidak akan berlanjut panjang karena fondasi ketahanan pangan semakin kuat.

"Oh enggak, infrastruktur kita itu semakin kuat. Dan stok kita bisa jadi, akhir tahun itu bisa jadi 3 juta ton lebih lagi. Bisa jadi menuju 4 juta ton," pungkasnya.


(dce) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Muncul Godzilla El Nino! Jawa Diserang Suhu Panas Mendidih-Hujan Seret