Internasional

Kekuatan Nuklir Negara Muslim Ini Siap Jadi Juru Damai Perang Iran

luc, CNBC Indonesia
Senin, 30/03/2026 06:30 WIB
Foto: (REUTERS/Nicolas Economou)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pakistan menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah perundingan guna mengakhiri konflik terkait Iran, meskipun ketegangan meningkat setelah Teheran menuduh Amerika Serikat mempertimbangkan serangan darat sembari membuka peluang negosiasi.

Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar mengatakan negaranya sedang mempersiapkan "pembicaraan bermakna" dalam beberapa hari ke depan setelah pertemuan para menteri luar negeri kawasan. Ia menyebut diskusi tersebut mencakup kemungkinan mengakhiri perang secara cepat dan permanen, sekaligus peluang pembicaraan langsung antara Washington dan Teheran di Islamabad.

"Pakistan akan merasa terhormat untuk menjadi tuan rumah dan memfasilitasi pembicaraan bermakna antara kedua pihak dalam beberapa hari mendatang, untuk penyelesaian komprehensif dan langgeng dari konflik yang sedang berlangsung," kata Dar, dilansir Reuters, Senin (30/3/2026).


Belum jelas apakah AS dan Iran telah menyetujui kehadiran mereka. Departemen Luar Negeri AS dan Gedung Putih juga belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait rencana pembicaraan tersebut.

Upaya Pakistan menghadapi tantangan besar karena posisi keras yang diambil oleh AS, Israel, dan Iran mengenai syarat penghentian konflik.

Sebelumnya, Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf menuduh Washington mengirim pesan tentang kemungkinan negosiasi sekaligus merencanakan pengiriman pasukan. Ia menegaskan Teheran siap merespons jika tentara AS benar-benar dikerahkan.

"Selama Amerika mencari penyerahan Iran, respons kami adalah bahwa kami tidak akan pernah menerima penghinaan," katanya dalam pesan kepada publik.

Sumber yang mengetahui pembicaraan menyebut diskusi awal antara Pakistan, Arab Saudi, Turki, dan Mesir juga berfokus pada proposal untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi pelayaran.

Blokade efektif Iran terhadap pengiriman minyak dan gas melalui selat tersebut sejak serangan AS-Israel pada 28 Februari disebut memicu tekanan ekonomi global. Gangguan pasokan energi mulai dirasakan di berbagai negara.

 


(luc/luc) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Perang Ancam Pasokan Pangan, Apa Kabar Nasib Impor Kedelai RI?