FOTO

Pusingnya Penjual Cabai: Harga Bertahan Tinggi, Terancam Busuk Sia-Sia

CNBC Indonesia/Tri Susilo, CNBC Indonesia
Kamis, 26/03/2026 16:45 WIB

Harga cabai rawit merah di Pasar Kramat Jati tembus Rp104.050/kg, pedagang keluhkan penjualan sepi hingga cabai menumpuk dan berisiko membusuk.

1/6 Pekerja melakukan bongkar muat cabai rawit merah di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Kamis (26/3/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Pekerja melakukan bongkar muat cabai rawit merah di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Kamis (26/3/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

2/6 Pekerja melakukan bongkar muat cabai rawit merah di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Kamis (26/3/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat harga pangan komoditas cabai rawit merah tembus Rp104.050/kg. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

3/6 Pekerja melakukan bongkar muat cabai rawit merah di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Kamis (26/3/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Berdasarkan data dari PIHPS yang dilansir di Jakarta, pukul 06.00 WIB, cabai rawit merah, tercatat harga pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional lainnya, yakni bawang merah di harga Rp44.900/kg (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

4/6 Pekerja melakukan bongkar muat cabai rawit merah di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Kamis (26/3/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Selanjutnya, PIHPS mencatat harga cabai merah besar mencapai Rp53.000/kg, cabai merah keriting Rp54.900/ kg, dan cabai rawit hijau Rp48.050/kg. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

5/6 Pekerja melakukan bongkar muat cabai rawit merah di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Kamis (26/3/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Harga cabai bayak dikeluhkan oleh beberapa pedagang pasar, imbasnya cabai menumpuk hingga terjadi pembusukan. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

6/6 Pekerja melakukan bongkar muat cabai rawit merah di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Kamis (26/3/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Menurut salah satu pedagang "Harga cabai mahal kalau terlalu lama disimpan bagian bawah akan membusuk, hanya beberapa pedagang besar saja yang berani membeli karena untuk rumah makan" ungkapnya saat berbincang dengan CNBC Indonesia. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Add as a preferred
source on Google